Pada tahap pertama respons tanggap bencana (26 November–29 Desember 2025), OBI telah menjangkau dan menolong 28.565 jiwa di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan darurat telah disalurkan. Namun, perjalanan belum usai.
Kini memasuki tahap pemulihan, kebutuhan mendesak beralih pada keberlanjutan pendidikan dan pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan perempuan. Banyak sekolah di wilayah terdampak belum dapat kembali digunakan. Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang aman agar mereka dapat kembali merasakan rutinitas, harapan, dan rasa normal dalam hidupnya.
Sebagai bagian dari fase pemulihan, OBI akan membangun Sekolah Darurat di lima lokasi terdampak: dua unit di Sibolga, dua unit di Aceh Tamiang, dan satu unit di Aceh Tenggara. Sekolah Darurat pertama sekaligus sekolah percontohan akan dibangun di Sibolga bekerja sama dengan mitra setempat.
Setiap unit Sekolah Darurat terdiri dari tiga ruang kelas dengan pengaturan tempat duduk fleksibel menggunakan meja lipat atau kursi sesuai kondisi lapangan. Sistem pembelajaran diterapkan secara bergantian (sesi pagi dan siang) untuk jenjang SD dan SMP. Satu unit sekolah darurat dapat melayani hingga 180 anak, dengan durasi pembangunan sekitar dua minggu, sesuai standar keamanan dan kelayakan anak.
Selain penyediaan ruang belajar, program ini juga mencakup:
- Pendampingan psikososial sesuai usia untuk mendukung pemulihan emosi anak-anak dan perempuan.
- Asesmen kebutuhan dan pembentukan komite sekolah sementara yang melibatkan orang tua, tokoh masyarakat, dan otoritas pendidikan.
- Pelatihan bagi guru, relawan, dan fasilitator lokal agar pendidikan darurat dapat berjalan berkelanjutan.
- Pemanfaatan sekolah darurat sebagai ruang aman bagi anak dan perempuan untuk belajar, berinteraksi, dan menerima dukungan.
- Pelibatan komunitas untuk memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana.
Sekolah Darurat bukan sekadar bangunan sementara. Ia adalah ruang aman untuk belajar, pulih, dan kembali berpengharapan.

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK