EVENTS

Nov 27, 2019 - Jan 06, 2020 | Indonesia

Kisah Pahlawan Anak Indonesia

KISAH YUNITA PARA RAME

(Guru Sekolah Minggu GKII Jemaat Laipori-Sumba, NTT)

Yunita Para Rame sudah menjadi guru sekolah Minggu di Gereja Kristen Kemah Injil Indonesia Jemaat Laipori sejak tahun 2012. Banyak penduduk disana yang menganut kepercayaan lokal, yaitu Marapu (memuja nenek moyang dan leluhur), termasuk anak-anak.

Setelah melihat Superbook, hatinya semakin membara untuk pelayanan anak walaupun ia belum memiliki alat penunjang. Akhirnya kak Yunita berusaha membeli laptop dengan mencicilnya tiap bulan. Berkat perjuangannya, beberapa anak mengenal Tuhan Yesus.

Mei 2019, pelayanannya semakin meluas ke Pahambaruwey yang lokasinya 16 km dari rumahnya dengan medan jalan terjal dan rusak. Jam 04.30 WITA ia berangkat dengan bermodalkan motor pinjaman tetangga menuju lokasi. Setelah ia mengajarkan firman Tuhan lewat kurikulum Superbook ke sekolah Minggu di Pahambaruwey, sore harinya ia kembali mengajar di GKII Jemaat Laipori.

Tantangan demi tantangan ia hadapi tanpa surut semangatnya. Selagi Kak Yunita masih ada waktu, ia akan terus melayani anak-anak apapun keadaannya.

 

 

KISAH SYTA

(Guru Sekolah Minggu GPDP Tiberias Wamena, Papua)

Menjadi single parent tidak menyurutkan usahanya untuk mendedikasikan hidupnya bagi pelayanan anak. Kak Syta, ibu dari anak yang masih berumur delapan tahun ini awalnya melihat pergumulan di gerejanya. Gereja seperti lebih memperhatikan pelayanan remaja dan orangtua tapi mengesampingkan sekolah Minggu.

Hal ini menggelitik hatinya untuk memulai sekolah Minggu dengan meminta izin kepada gembalanya. Awalnya sekolah Minggu ini baru diikuti 5-10 orang anak. Tapi kak Syta tidak patah semangat! Didukung dengan kurikulum Superbook, akhirnya anak sekolah Minggu bertambah hingga 60 anak.

Pelayanan kak Syta kemudian menghantarkannya kepada anak-anak yang kecanduan lem di lokasi gereja. Hatinya hancur saat melihat anak-anak ini sudah mulai merusak dirinya, oleh karena itu ia tak henti berdoa bagi anak-anak tersebut. Doanya mulai terjawab. Kak Syta mendatangi mereka dan bertanya apa yang mereka butuhkan. Ternyata mereka ingin bisa membaca, menulis, dan menghitung. Saat itulah kak Syta berkomitmen untuk mengajari mereka tiap hari Sabtu.

Kak Syta mengajari mereka di pastori gereja. Ia menanamkan “Ahasa” (anak-anak harapan bangsa) kepada anak-anak pencandu lem tersebut. Impiannya, anak-anak ini menjadi harapan dan  masa depan bangsa. Puji Tuhan! Sekitar 20 anak kini bertobat dan tidak ngelem lagi karena tahu hidup mereka berharga berkat Tuhan Yesus.

 

Kita bisa lho jadi PAHLAWAN bagi ANAK-ANAK INDONESIA mulai dari sekarang! Caranya dengan klik dibawah ini.

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK