LATEST TESTIMONIES

Kesempatan Kedua Untuk Diko

Sebagai orang tua, rasanya pasti bingung ketika anak mulai meminta sesuatu dan keinginannya harus dituruti. Kalau selalu dituruti nanti anak menjadi terlalu manja, tapi kalau tidak si anak bisa tantrum sejadi-jadinya. Kalau sudah tantrum, mau tidak mau kadang orang tua akhirnya mengabulkan keinginan anak tersebut.

Hal ini juga dirasakan oleh Ibu Jumiati, orang tua dari Diko.  Diko yang saat ini berusia 7 tahun adalah anak paling bungsu dari tiga bersaudara. Diko memang dibesarkan di keluarga yang berkecukupan, bahkan bisa dibilang melimpah. Ayahnya bekerja di usaha tambak dan peternakan sapi mampu memberikan penghidupan yang sangat baik bagi seluruh anggota keluarganya.

Namun sayangnya di kondisi yang serba berkecukupan ini, Diko tumbuh menjadi anak yang penuntut. Ia seringkali marah-marah pada ibunya saat keinginannya tidak dituruti. Sikap Diko membuat kedua orang tuanya menjadi sedih.

Sampai suatu hari, Diko datang ke sekolah Minggunya di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Bahtera Hayat Pasir Sakti dan belajar firman Tuhan melalui kurikulum Superbook. Ia belajar dari kisah Superbook “Kesempatan Kedua” tentang Paulus. Saat itulah Diko sadar bahwa dirinya sudah melakukan banyak kesalahan, tapi Tuhan menyediakan kesempatan padanya untuk berubah sama seperti Saulus.

Di sekolah Minggu tersebutlah, Diko mulai membuka hati dan mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam hidupnya dengan berdoa keselamatan yang dituntun oleh kakak guru sekolah Minggu. Setelah hari itu, Diko mulai berubah. Ia tidak marah-marah lagi dan lebih mengasihi ibunya. Tutur kata Dikopun berubah. Ibu Jumiati dan Ayah Diko sangat senang  dan bersyukur dengan perubahan Diko ini. (AH/CC)

Oleh Abraham Herri  (Fasilitator Superbook – Lampung)

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

5.050

GEREJA

302.950

ANAK

2675

SPONSOR

Copyright © 2016. SUPERBOOK