LATEST TESTIMONIES

Tuhan Memberikanku Sukacita dan Mengajarkanku untuk Menyatakan Kebenaran

Jauhnya Tegar dengan ibunya membuat dirinya menjadi cuek dan tidak peduli dengan sekelilingnya. Ayahnya sendiri mengalami kesulitan ketika memberikan nasehat kepada Tegar, karena Tegar sulit menaati ayahnya.

Tegar kini berumur 11 tahun. Ia adalah anak kedua dari dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja menjadi buruh dan ibunya merantau ke Jakarta. Tegar menyimpan kesedihan karena ibunya tidak ada bersama dengannya sekarang. Ia tidak mengalami kedekatan dengan Tuhan sehingga ia tidak tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan yang rohani.

Tapi kini semuanya berubah. Tegar yang bersekolah minggu di Gereja Kristen Alkitab Indonesia, Kota Harjo, Kab. Way Kanan mendapatkan pelajaran tentang “Kado Terindah” dari materi kurikulum Superbook. Melalui sekolah minggu tersebut, Tegar belajar bahwa Tuhan Yesus sudah rela lahir kedunia  untuk menyelamatkan orang yang berdosa. Itulah kado yang terindah bagi seluruh umat manusia.

Kisah ini membuatnya membuka hati kepada Tuhan dan ia mengakui Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya saat berdoa keselamatan, yang dituntun oleh kakak guru sekolah minggu (Ibu Suharni). Ia sadar kalau Tuhan sudah begitu baik padanya yang telah banyak berbuat dosa dan kesalahan.

Setelah hari itu, Tegar semakin mencintai Tuhan. Ia mulai rajin membaca Alkitab, rajin ke gereja, dan rajin berdoa.Tegar juga semakin taat kepada ayahnya. Tuhan telah memberikan sukacita di hatinya sehingga ia ingin hidup sesuai firman-Nya.

Kedekatannya dengan Tuhan kini membantunya dalam bersikap. Menurut pengakuan ayahnya, Bapak Susyono, Tegar pernah menegurnya ketika ayahnya tidak berdoa sebelum makan. Tegar menegur karena ia sangat menyayangi ayahnya dan sudah belajar tentang Yohanes Pembaptis di sekolah minggunya. Melalui kisah tersebut, Tegar belajar untuk bisa berani menyatakan kebenaran.

Oleh Abraham Herri (Fasilitator Superbook – Lampung)

5.057

GEREJA

303.054

ANAK

2675

SPONSOR

Copyright © 2016. SUPERBOOK