Namaku Timothy, umurku 12 tahun. Aku mau cerita pengalaman yang bikin aku semakin mau taat dan percaya kalau Tuhan pasti dengar doa ku!
Awal tahun ajaran baru di sekolah, ada acara perayaan Natal sekaligus tukar kado. Semua murid diminta membawa hadiah. Jujur, pada saat itu aku juga nggak tahu kalau mau tukar kado. Di sisi lain, aku juga mulai khawatir: “Bagaimana kalau aku nggak bisa bawa kado?”
Aku tahu keadaan keluarga kami lagi susah. Mama punya usaha kantin di sekolah, tapi karena sekolah baru buka, uang hasil jualan belum ada. Malam itu aku memberanikan diri bilang ke mama,
“Ma, Timothy juga mau bawa kado buat Natal…”
Mama menatapku lembut dan menjelaskan, “Nak, kita belum ada uang sekarang” dan mama suruh aku berdoa karena Tuhan pasti jawab
Sejak itu aku berdoa setiap hari. Aku lipat tanganku dan berkata,
“Tuhan Yesus, tolong Timothy. Beri Timothy sedikit uang untuk membeli kado, karena semua teman sudah membeli, sedangkan Timothy belum.”
Sampai hari perayaan Natal tiba, aku nggak tahu bagaimana caranya, tapi aku percaya Tuhan dengar doaku, dan Mama tiba-tiba bilang,
“Timothy, ayo siap-siap. Kita pergi ke toko, Mama mau beli kado buat acara di sekolah.”
Aku kaget sekaligus senang banget! Aku langsung melompat, memeluk mama, dan dalam hatiku aku bersyukur sama Tuhan.
BACA JUGA : Anak-Anak Bersukacita di Layar Tancap Superbook: Ini Kata Mereka
Aku juga senang banget waktu ikut acara nonton bareng Superbook layar tancap. Waktu itu tayangnya Api dari Surga. Seru sih, tapi animasi yang paling aku suka tetap Daud Mengalahkan Goliat. Dari situ aku belajar kalau walaupun hidup kami lagi susah, Tuhan tetap selalu ada di samping kita, sama seperti Tuhan menyertai Daud.
Dari pengalaman itu bikin aku semakin percaya kalau Tuhan Yesus setia. Dia jawab doa kita dengan cara-Nya. Di sekolah minggu, aku ceritakan pengalaman ini kepada teman-teman. Aku bilang kalau kita harus tetap menghormati orangtua, seperti perintah Tuhan. Meskipun waktu itu mama belum bisa membelikan kado, aku tetap berusaha taat dan mengerti.
Dulu aku sering malas berdoa, malas ikut Sekolah Minggu, rasanya kayak biasa aja. Tapi setelah aku ngalamin sendiri Tuhan jawab doaku, aku jadi makin semangat. Aku jadi lebih rajin berdoa, ikut Sekolah Minggu, bahkan aku suka ikut kegiatan nyanyi bareng teman-teman di gereja. Rasanya beda banget—aku jadi lebih dekat sama Tuhan Yesus, dan aku percaya Dia selalu dengar doa anak-anak-Nya.
Mau lihat lebih banyak kesaksian anak seperti Timothy? Mari dukung pelayanan Superbook! Dengan berdonasi, kita bisa menjadi bagian dari perubahan besar dalam hidup anak-anak Indonesia. Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi sekarang!

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK