Bagi Rafael Eben Haezer, masa menunggu kelulusan SD pernah menjadi momen yang cukup menegangkan. Anak berusia 13 tahun dari Harvest City, Bekasi ini sempat merasa khawatir karena nilainya tidak selalu stabil. Awalnya tinggi, lalu tiba-tiba menurun. Dari situ, muncul rasa takut kalau hasil belajarnya bisa memengaruhi kelulusannya.
“Nilai aku sempat nggak stabil. Awalnya tinggi, terus tiba-tiba rendah, jadi aku khawatir,” cerita Rafael.
Rasa khawatir itu semakin terasa ketika ia mendengar bahwa nilai yang rendah bisa membuat seorang anak tidak naik kelas atau tidak mendapatkan hasil yang baik. Sebagai anak yang sedang menunggu kepastian, Rafael mulai bertanya-tanya apakah ia benar-benar bisa melewati masa itu dengan baik.
BACA JUGA: Rajin Ibadah, Tapi Belum Yakin Sama Tuhan. Sampai Akhirnya Tirza Nonton Kisah 3 Orang Ini
Namun, Rafael tidak membiarkan kekhawatiran itu menguasai dirinya. Ia memilih bercerita kepada orang tuanya, lalu membawa kegelisahannya dalam doa. Baginya, rasa takut itu justru menjadi dorongan untuk lebih berusaha dan meminta pertolongan Tuhan.
“Aku sharing sama orang tua, habis itu berdoa juga. Aku berdoa supaya nilai aku bisa berkembang lagi, bisa naik lagi, dan bisa mendapatkan yang terbaik,” katanya.
Di tengah proses itu, Rafael teringat pada salah satu kisah Superbook yang paling relevan dengan pergumulannya, yaitu kisah Daud melawan Goliat. Bagi Rafael, Goliat bukan hanya raksasa yang dikalahkan Daud, tetapi gambaran masalah besar dalam kehidupan.
“Aku menggambarkan Goliat sebagai masalah di kehidupan. Daud mengatasi Goliat dengan mengandalkan Tuhan,” ungkapnya.
Dari kisah itu, Rafael belajar bahwa setiap orang bisa menghadapi “Goliat” dalam hidupnya. Bagi Daud, Goliat adalah raksasa yang menakutkan. Bagi Rafael, “Goliat” itu adalah kekhawatiran tentang sekolah, nilai yang tidak stabil, dan rasa takut tidak mendapatkan hasil yang baik.
BACA JUGA: Sekolah Minggu Membosankan, Tapi Sekarang Anak-anak Lebih Memahami Kisah Alkitab Karena..
Namun seperti Daud yang tidak maju dengan kekuatannya sendiri, Rafael juga belajar untuk mengandalkan Tuhan. Ia tetap belajar, berdoa, dan percaya bahwa Tuhan sanggup menolongnya melewati masa sulit itu.
Pelajaran dari Superbook menolong Rafael melihat masalah dengan cara yang berbeda. Ia tidak harus kalah oleh rasa takut. Ia bisa menghadapinya bersama Tuhan.
Akhirnya, Rafael melihat pertolongan Tuhan dalam hidupnya. Ia berhasil melewati masa itu dan mendapatkan hasil yang baik.
“Tuhan kasih yang terbaik. Puji Tuhan dapat ranking, sekitar ranking 5 atau 4. Jadi masuk lima besar,” katanya.
Pengalaman itu membuat Rafael semakin percaya kepada Tuhan. Baginya, Tuhan bukan hanya hadir dalam cerita Alkitab, tetapi juga menolong dalam kehidupan sehari-hari. Rafael juga belajar dari kisah Musa bahwa ketika seseorang merasa tidak mampu, Tuhan tetap bisa menuntun dan memberi kekuatan.
Kini, iman Rafael terus bertumbuh. Ia mulai memakai talenta musik yang Tuhan berikan untuk melayani di gereja. Saat ibunya melayani sekolah minggu, Rafael ikut membantu sebagai pemain musik. Ia juga melayani di ibadah umum.
“Aku bisa bermain musik dan aku mau pakai itu untuk melayani,” ucap Rafael.
BACA JUGA: Fisiknya Diejek, Joshua Belajar Merespon dengan Hikmat Seperti Tokoh Alkitab Kesukaannya
Melalui Superbook, Rafael belajar bahwa masalah besar tidak harus membuatnya menyerah. Seperti Daud yang menghadapi Goliat dengan mengandalkan Tuhan, Rafael pun belajar menghadapi kekhawatirannya dengan doa, usaha, dan iman. Dari rasa takut tidak lulus sekolah, ia bertumbuh menjadi anak yang semakin percaya kepada Tuhan dan mau memakai talentanya untuk melayani.
Kisah Rafael membuktikan bahwa satu kisah Alkitab yang disampaikan dengan cara yang dekat dapat menolong anak menghadapi ketakutan, bertumbuh dalam iman, dan belajar mengandalkan Tuhan dalam keseharian mereka. Lewat Superbook, semakin banyak anak dapat mengenal firman Tuhan dengan cara yang menyenangkan, mudah dipahami, dan relevan dengan pergumulan hidup mereka.
Mari ambil bagian dalam pelayanan ini melalui donasi, agar lebih banyak anak seperti Rafael ditolong untuk menemukan keberanian, percaya kepada Tuhan, dan memakai hidup mereka untuk melayani-Nya.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK