Awalnya, Adriel Geraldo Gulo mengira lomba membuat kartu ucapan Natal adalah hal yang mudah. Ia sudah terbiasa aktif di School of Life, sering ikut games, cepat menjawab kuis, dan berani mencoba banyak hal. Karena sering berhasil, Adriel mulai merasa beberapa hal bisa dilakukan tanpa persiapan yang serius.
“Ah, gampang itu,” begitu kira-kira sikap Adriel saat melihat lomba yang akan ia ikuti.
Namun ketika lomba semakin dekat, Adriel mulai melihat teman-temannya berlatih dan menyiapkan bahan. Saat itulah ia sadar, membuat kartu ucapan Natal ternyata tidak sesederhana yang ia bayangkan. Rasa percaya dirinya yang semula tinggi mulai bertemu dengan kenyataan bahwa ia tetap melakukan persiapan dan mengandalkan Tuhan.
“Saya pikir itu sangat mudah, tapi setalah itu aku kesulitan sendiri,” ungkap Adriel.
Dalam proses itu, Adriel tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ibu guru dan mamanya hadir untuk membantu Adriel berlatih, membuat konsep gambar, dan menyiapkan bahan. Lebih dari itu, Adriel juga diajak untuk berdoa sebelum mengerjakan karya tersebut.
“Ibu guru mengajak saya berdoa supaya setiap pekerjaan itu bisa saya lakukan dengan baik,” katanya.
Pelajaran ini semakin kuat ketika Adriel mengingat kisah Yusuf di Superbook. Ia belajar bahwa Yusuf dipakai Tuhan untuk memimpin di Mesir dan mengatur persediaan makanan saat masa kelaparan. Tanggung jawab itu besar, tetapi Yusuf tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia tetap percaya dan meminta pertolongan Tuhan.
“Saya belajar bahwa Yusuf tetap percaya pada Tuhan, meminta pertolongan Tuhan apa pun yang dihadapinya,” kata Adriel.
Dari kisah Yusuf, Adriel mulai memahami bahwa percaya diri memang baik, tetapi itu tidak cukup. Pekerjaan yang terlihat mudah pun tetap perlu disiapkan dengan doa, usaha, dan kerendahan hati.
Akhirnya, setelah berlatih dan berserah kepada Tuhan, Adriel mengikuti lomba dengan lebih siap. Hasilnya, ia berhasil meraih juara dua.
Dari pengalaman itu, Adriel belajar untuk tidak menganggap remeh proses. Kini, ia memahami bahwa sebelum melakukan sesuatu, ia perlu berdoa, berusaha, dan mengandalkan Tuhan. Sebab kemampuan manusia terbatas, tetapi Tuhan sanggup menolong di setiap saat.
Kisah Adriel menjadi pengingat bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan cerita Alkitab, tetapi juga bimbingan untuk menerapkan firman Tuhan dalam keputusan sehari-hari. Melalui Superbook, anak-anak dapat belajar dengan cara yang dekat, menyenangkan, dan mudah dipahami bahwa setiap kemampuan tetap perlu disertai doa, usaha, dan ketergantungan kepada Tuhan.
Mari dukung pelayanan Superbook agar semakin banyak anak di berbagai daerah dapat bertumbuh dalam iman, karakter, dan pengenalan akan Tuhan sejak kecil.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK