Aku kelas 5 SD dan punya adik perempuan yang masih kecil. Papa kerja di bengkel, dan Mama di rumah. Kami sekeluarga percaya kepada Tuhan Yesus.
Awalnya, aku pikir sekolahku akan jadi tempat yang menyenangkan. Tapi ternyata, ada hal yang bikin aku sedih. Di sekolahku, sebagian besar teman-temanku beragama lain. Aku pernah didorong waktu di halaman sekolah. Pernah juga jam tanganku diambil dan dilempar sampai rusak. Bahkan, makanan bekalku pernah diambil dan dilempar begitu saja.
Aku tidak tahu kenapa mereka melakukan itu. Kadang aku hanya ingin menangis dan tidak mau masuk sekolah. Aku merasa berbeda dan sendirian.
Tapi setiap kali aku pulang, Papa dan Mama selalu mau mendengarkan ceritaku. Mereka bilang, “Nak, jangan balas dengan marah. Tuhan tahu hatimu, dan Dia sayang sama kamu.”
Guru Sekolah Mingguku juga tahu tentang ini. Beliau sering mengajakku terlibat dalam kegiatan di gereja. Katanya, Tuhan mau aku tetap berani dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
BACA JUGA : Aku Berani Berubah Karena Tuhan Yesus!
Aku belajar bahwa mengampuni bukan berarti lemah, tapi tanda bahwa aku percaya Tuhan yang akan memulihkan.
Suatu hari di Sekolah Minggu, kami menonton kisah “Yusuf Sang Penafsir Mimpi” di Superbook. Aku melihat bagaimana Yusuf disakiti oleh saudara-saudaranya sendiri, tapi dia tetap memilih mengampuni. Saat itu aku berpikir, “Kalau Yusuf bisa mengampuni, aku juga mau belajar seperti dia.”
Karena aku tahu Yesus selalu bersamaku di sekolah, di rumah, dan di setiap langkahku. Aku mulai berdoa setiap malam, Minta Tuhan bantu aku untuk tidak membenci teman-temanku. Awalnya sulit, tapi pelan-pelan hatiku jadi lebih tenang. Sekarang aku sudah bisa tersenyum lagi di sekolah.
Aku juga mulai berani menyapa duluan, meski teman-temanku kadang masih cuek. Aneh tapi benar, ketika aku mulai mengampuni, hatiku jadi lebih damai. Ada beberapa teman baru yang sekarang mau bermain bersamaku. Bahkan ada yang bilang maaf atas perlakuan mereka dulu. Aku jadi sadar, Tuhan bukan cuma melindungiku, tapi juga memulihkan pertemananku.

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK