ARTICLE

Wed - Sep 17, 2025 / 1336 / Daily Devotional

Thomas: Dari Keraguan Menjadi Pengakuan Iman

Kadang kita merasa bersalah karena pernah ragu kepada Tuhan.

Namun dari kisah Thomas, kita diingatkan bahwa keraguan bukanlah tanda akhir dari iman, melainkan pintu menuju perjumpaan pribadi dengan Yesus. Justru lewat keraguan yang jujur, iman kita bisa bertumbuh semakin dalam dan kokoh.

Kejujuran dalam iman

Thomas nggak pura-pura percaya hanya karena orang lain bilang. Ia jujur sama kebingungannya: “Sebelum aku lihat sendiri, aku nggak percaya.” Itu menunjukkan iman yang tulus, bukan dangkal.

Iman butuh pengalaman pribadi

Kesaksian teman-temannya belum cukup. Thomas butuh bertemu Yesus secara pribadi. Dari sini kita belajar bahwa iman bukan sekadar warisan atau ikut-ikutan, tapi harus dialami sendiri.

Tuhan menghargai keraguan kita

Yesus nggak memarahi Thomas. Justru Dia datang menunjukkan bekas luka-Nya, supaya Thomas bisa percaya. Tuhan nggak menolak orang yang ragu, asal hatinya sungguh mencari kebenaran.

BACA JUGA : Tuhan Memenuhi Hidupmu Sesuai Kekayaan dan Kemuliaan-Nya


Keraguan bisa berakhir jadi pengakuan iman yang kuat

Setelah melihat Yesus, Thomas mengucapkan pengakuan iman paling kokoh: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20:28). Dari yang ragu, ia jadi saksi iman yang teguh.

Iman lebih diberkati saat percaya tanpa melihat

Yesus berkata: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29). Kita semua hidup dalam fase ini sekarang—belajar percaya tanpa harus melihat langsung.

Keraguan bisa jadi jalan menuju misi besar

Tradisi mencatat Thomas pergi memberitakan Injil sampai ke India. Orang yang pernah ragu bisa dipakai Tuhan untuk misi yang luar biasa.


Dari kisah Thomas, kita belajar

Keraguan bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan bagian dari proses menuju pengenalan yang lebih dalam kepada Kristus. Tuhan tidak menolak keraguan yang jujur, justru Dia hadir dan meneguhkan kita. Sama seperti Thomas yang akhirnya berseru, ‘Ya Tuhanku dan Allahku!’, kiranya setiap keraguan kita pun berakhir dalam pengakuan iman yang kuat, dan membawa kita semakin dekat kepada-Nya.

Jika Anda sedang menghadapi tantangan dalam hubungan atau membutuhkan bimbingan konseling, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling(klik disini) CBN. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.

Download PDF

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK