Pernah nggak sih, kita merasa anak kita rajin ikut sekolah minggu, tapi kok di rumah masih aja susah diatur atau gampang marah? Atau, SuperTeachers sudah bikin materi kreatif, tapi minggu depannya anak-anak terlihat lupa semua? Nah, sering kali masalahnya ada di satu hal penting: kerjasama antara orangtua dan guru sekolah minggu.
Kalau dipikir-pikir, anak-anak itu ibarat “tanaman kecil.” SuperTeachers di gereja menanamkan benih firman Tuhan lewat cerita, lagu, dan aktivitas kreatif. Tapi siapa yang menyiram setiap hari? Itu tugas kita, SuperParents! Kalau disiram hanya seminggu sekali, ya nggak heran pertumbuhannya lambat.
Masalahnya, di banyak kasus, dukungan dari orangtua ke guru sekolah minggu masih kurang. Kadang kita menganggap sekolah minggu seperti “les rohani” cukup datang, duduk, dengar, lalu pulang. Padahal, iman anak nggak bisa dibangun instan. Perlu penguatan setiap hari, dan itu hanya bisa dilakukan di rumah.
BACA JUGA : Ajarkan Anak Tentang Misi Lewat 6 Hal Kecil Tapi Berdampak
Satu lagi tantangan yang sering muncul adalah minimnya komunikasi antara guru dan orangtua. Kadang interaksinya cuma sebatas, “Hai Bu, ini anaknya…” di depan pintu kelas. Guru nggak tahu kondisi anak di rumah, orangtua pun nggak tahu apa yang sedang diajarkan minggu itu. Akibatnya, materi yang dibawa pulang anak nggak pernah diulang atau diperkuat.
Nah, supaya benih iman itu bisa tumbuh subur, kita bisa mulai dari beberapa langkah sederhana ini:
1. Jangan Lepas Tangan
Sekolah minggu itu bukan tempat outsourcing iman anak. Kita adalah pelatih utama, guru hanyalah rekan tim. Jadi, jangan serahkan 100% ke guru, tapi terus terlibat dalam perjalanan rohani anak.
2. Bangun Komunikasi Rutin
Nggak usah ribet, cukup tanya ke gurunya: “Minggu ini belajar apa?” atau “Ayat hafalannya apa ya?” Lalu, di rumah kita bisa mengulangnya saat makan malam atau sebelum tidur. Percaya deh, anak akan lebih ingat kalau dengar berulang dari orang yang mereka cintai.
3. Ciptakan Momen Rohani di Rumah
Nggak perlu panjang-panjang. Doa sebelum tidur, baca satu ayat Alkitab, atau nyanyi lagu sekolah minggu bareng sudah cukup untuk menyiram benih iman anak setiap hari.
4. Dukung Guru Secara Emosional
Ucapan terima kasih, bantuan kecil, atau sekadar menanyakan kabar mereka bisa jadi energi buat guru. Ingat, mereka juga manusia yang butuh dikuatkan.
SuperParents, kita dan SuperTeachers itu sebenarnya satu tim. Kalau kita saling dukung dan komunikasi lancar, anak-anak akan punya pondasi iman yang kuat. Bukan cuma di hari Minggu, tapi setiap hari. Yuk, kita jaga agar benih itu terus tumbuh subur sampai anak-anak kita menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan seumur hidupnya.
Jangan berhenti di sini masih banyak artikel parenting lainnya yang bisa bantu kamu membimbing anak dalam terang Firman Tuhan. Klik Disini dan temukan yang kamu butuhkan hari ini.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK