ARTICLE

Sun - Mar 22, 2026 / 83 / Inspirational

Saat Kita Merasa Tidak Layak, Apakah Tuhan Masih Mengasihi Kita?

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

— 1 Yohanes 4:10 (TB)

Kadang tanpa sadar, kita hidup seperti Tuhan sedang kecewa terus sama kita. Setiap kali kita gagal, kita langsung merasa Tuhan pasti marah. Kita baca firman Tuhan seperti sedang baca rapor, bukan surat cinta. Kita takut salah lagi, takut Tuhan sudah capek sama kita, bahkan takut Tuhan sedang “menghukum” kita lewat hal-hal yang terjadi dalam hidup.

Padahal ayat hari ini bilang sesuatu yang sangat sederhana tapi dalam: kasih itu dimulai dari Tuhan, bukan dari kita. Tuhan tidak mulai mengasihi kita karena kita baik. Tuhan tidak mulai mengasihi kita karena kita rajin berdoa atau tidak pernah salah. Justru sebaliknya, Tuhan mengasihi kita duluan — bahkan saat kita belum benar.

Yesus Sudah Menyelesaikan Semuanya

Kata “pendamaian” di ayat ini berarti sesuatu yang sudah diselesaikan. Bukan sedang diselesaikan. Bukan setengah selesai. Sudah selesai. Artinya, dosa kita sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib. Bukan cuma sebagian, tapi semuanya.

Jadi waktu kita terus hidup dengan pikiran, “Tuhan pasti masih marah sama aku,” sebenarnya kita sedang lupa bahwa Yesus sudah membayar semuanya. Tuhan bukan sedang menunggu kita sempurna dulu baru mengasihi kita. Dia mengasihi kita bahkan saat kita masih berproses.

Dan kalau kita melihat kehidupan Yesus, kita bisa tahu seperti apa hati Bapa. Yesus tidak menjauh dari orang berdosa. Justru Dia mendekat. Dia tidak membuat orang merasa lebih kecil. Dia membuat orang merasa diterima. Itu berarti hati Tuhan bukan hati yang mudah marah, tapi hati yang penuh kasih.

 


BACA JUGA : 7 Ide Aktivitas Paskah di Sekolah Minggu yang Seru dan Bermakna untuk Anak-Anak

 


Belajar Percaya Bahwa Tuhan Tidak Sedang Marah

Mungkin hari ini ada bagian dalam hati kita yang masih takut. Masih merasa tidak cukup baik. Masih merasa Tuhan pasti kecewa. Tapi hari ini kita bisa mulai belajar percaya lagi: kasih Tuhan tidak berubah hanya karena kita gagal.

Kalau hari ini kamu merasa lelah karena terus menyalahkan diri sendiri, berhenti sebentar dan ingat ini: Tuhan tidak sedang menunggu kamu jadi sempurna. Tuhan hanya ingin kamu datang apa adanya.

Karena kasih itu bukan dimulai dari kita yang mengasihi Tuhan, tapi dari Tuhan yang sudah mengasihi kita lebih dulu.

Dan kasih seperti itu tidak membuat kita takut. Kasih seperti itu justru membuat kita berani untuk kembali lagi.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK