Tuhan selalu memanggil hati yang bersedia hidup kudus bagi-Nya. Samuel adalah salah satu contoh nyata, seorang anak yang sejak kecil tinggal di bait Tuhan, dan memilih untuk menjaga dirinya tetap murni, meski ia dikelilingi oleh orang-orang yang tidak takut akan Allah. Dalam keheningan malam, saat dunia tertidur, Samuel belajar mendengar suara Tuhan dan dari situlah dimulai sebuah hidup yang dipersembahkan sepenuhnya bagi kemuliaan-Nya.
Di tengah lingkungan yang bobrok secara moral di mana anak-anak Imam Eli, Hofni dan Pinehas, melakukan kejahatan di hadapan Tuhan—Samuel kecil justru hidup berbeda. Ia melayani Tuhan dengan hati yang murni. Alkitab mencatat:
“Tetapi Samuel yang muda itu melayani TUHAN...” (1 Samuel 2:18)
Samuel tidak ikut arus. Ia tidak terkontaminasi oleh pengaruh buruk di sekitarnya. Bahkan saat masih kecil, ia sudah peka mendengar suara Tuhan.
BACA JUGA : 7 Pelajaran Berharga dari Penciptaan dan Taman Eden – Tentang Hidup, Tujuan, dan Pilihan
Karena sejak kecil Samuel dibentuk dalam hadirat Tuhan. Ia tidur di bait suci, dekat tabut perjanjian, dan hidup dalam didikan rohani yang kuat dari ibunya, Hana.
Tapi seperti Samuel, kita bisa memilih untuk tidak kompromi. Tidak ikut tertawa di tengah candaan kotor. Tidak ikut menikmati tontonan yang menodai pikiran. Tidak menghalalkan cara demi keuntungan. Samuel mengajarkan bahwa kedekatan dengan Tuhan adalah tameng terkuat untuk menjaga hati kita tetap murni.
Di masa kini, menjaga kekudusan adalah bentuk kasih kita kepada Tuhan. Saat kita memilih untuk hidup benar meski berbeda dari dunia, kita sedang berkata: “Tuhan lebih berharga.”
1 Petrus 1:15–16 (penguatan dari Perjanjian Baru)
“Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu, sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
Jadilah seperti Samuel—yang tetap bersinar di tengah kegelapan. Bukan karena hebat, tapi karena ia tinggal dekat dengan Tuhan. Yuk, jaga kekudusan bukan karena takut, tapi karena cinta.
Jika Anda sedang menghadapi tantangan dalam hubungan atau membutuhkan bimbingan konseling, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling(klik disini) CBN. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK