ARTICLE

Fri - Mar 06, 2026 / 108 / Parenting

Parentification. Ketika Anak Harus Menanggung Beban Orang Dewasa

Masa kecil seharusnya menjadi waktu bagi anak untuk bermain, belajar, dan bertumbuh dengan rasa aman. Namun dalam beberapa keluarga, ada anak yang tanpa sadar harus memikul tanggung jawab yang terlalu berat untuk usianya. Mereka tidak hanya membantu di rumah, tetapi juga mengambil peran yang sebenarnya lebih pantas dilakukan oleh orang dewasa. Fenomena ini dikenal sebagai parentification pada anak.

Dalam dunia parenting, parentification terjadi ketika seorang anak mengambil peran yang seharusnya menjadi tanggung jawab orangtua, baik secara praktis maupun emosional. Anak mungkin harus mengurus banyak hal di rumah, menjaga adik secara berlebihan, atau bahkan menjadi tempat orangtuanya mencurahkan beban hidup. Lama-kelamaan, anak bisa merasa bahwa dirinya bertanggung jawab atas keadaan keluarga.

 

BACA JUGA : Sudah Percaya Tuhan, Mengapa Masih Bergumul dengan Dosa?

 

Agar hal ini tidak terjadi, penting bagi orangtua untuk memahami batas yang sehat ketika berbagi cerita atau masalah kepada anak.

1. Tidak Menjadikan Anak Tempat Curhat Utama
Dalam beberapa situasi, orangtua mungkin merasa lega setelah menceritakan beban hidup kepada anak. Namun ketika anak terus-menerus mendengar keluhan tentang masalah keluarga, pekerjaan, atau pernikahan, mereka bisa merasa harus memikul emosi orang dewasa. Anak seharusnya tidak menjadi tempat utama orangtua meluapkan beban hidup.

2. Menghindari Membahas Konflik Suami Istri secara Mendalam
Konflik dalam pernikahan adalah hal yang mungkin terjadi, tetapi membicarakan detail pertengkaran atau kekecewaan terhadap pasangan kepada anak dapat membuat mereka merasa terjebak di tengah situasi tersebut. Anak bisa merasa harus memihak salah satu orangtua atau merasa bertanggung jawab memperbaiki hubungan mereka.

3. Membagikan Cerita Sesuai Usia Anak
Tidak semua hal perlu disembunyikan dari anak, tetapi cara menyampaikannya perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan emosional mereka. Anak boleh tahu bahwa orangtuanya sedang menghadapi tantangan, tetapi mereka tidak perlu memikul detail masalah yang terlalu berat.

4. Mengingat Bahwa Anak Juga Membutuhkan Tempat Bersandar
Anak-anak yang mengalami parentification sering terlihat lebih dewasa, mandiri, dan pengertian. Namun di balik sikap tersebut, mereka bisa menyimpan kelelahan emosional karena terbiasa mengesampingkan perasaan mereka sendiri. Padahal, anak juga membutuhkan orangtua sebagai tempat bersandar.

Pada akhirnya, setiap anak berhak memiliki masa kecil yang aman. Mereka tidak perlu menjadi orangtua kedua dalam keluarga. Anak hanya perlu menjadi anak belajar, bermain, dan bertumbuh dengan kasih serta dukungan dari orangtuanya.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK