Kamu ingin ikut berkontribusi, tapi seolah keberadaanmu tidak dihitung. Rasa itu bisa menekan hati dan membuat kita bertanya: “Apakah aku berguna?” Yeremia pun pernah ada di posisi itu merasa tidak cukup, tidak mampu, bahkan tidak layak. Namun, dari kisahnya kita belajar bahwa Tuhan tetap melihat, bahkan ketika manusia mengabaikan.
Dalam pelayanan, kita bisa merasa tak dianggap. Orang lain seolah bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan kita. Perasaan ini menyakitkan dan membuat kita bertanya: “Apakah aku berguna?”
Ketika Tuhan memanggil Yeremia, ia berkata: “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda” (Yeremia 1:6). Yeremia merasa tidak cukup, bahkan tidak layak. Tapi Tuhan meneguhkan: “Jangan takut… Aku menyertai engkau” (Yeremia 1:8).
Orang mungkin melupakan, mengabaikan, atau tidak mengajak kita terlibat. Tapi Tuhan berkata, “Sebelum engkau dalam kandungan, Aku telah mengenal engkau” (Yeremia 1:5). Nilai kita ditentukan oleh Tuhan yang mengenal kita sejak awal.
Yeremia mungkin hanya melihat kelemahannya. Tapi Tuhan melihat panggilan besar yang tersembunyi. Sama halnya dengan kita: di balik rasa diabaikan, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar.
Apa yang Tuhan percayakan tidak bisa dipatahkan oleh sikap manusia. Yeremia akhirnya menjadi nabi besar, meski awalnya diragukan. Begitu juga kita: panggilan Tuhan akan tetap berjalan, meski manusia mengabaikan.
BACA JUGA : Apa Tujuan Hidupku? Inilah Langkah-langkah Mengenali Panggilan-Nya
Saat manusia tidak menghargai atau bahkan tidak melihat kita, Tuhan tetap memandang kita dengan penuh kasih. Seperti Yeremia yang semula merasa tidak layak namun dipakai Tuhan menjadi nabi besar, kita pun berharga di mata-Nya.
Nilai kita tidak ditentukan oleh pengakuan manusia, melainkan oleh panggilan Tuhan yang kekal. Karena itu, meski dunia mengabaikan, kita tetap bisa berjalan dengan yakin: Tuhan tidak pernah salah pilih ketika memanggil kita
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK