ARTICLE

Mon - Jan 12, 2026 / 167 / Daily Devotional

Merasa Tidak Layak? Belajar dari Kisah Zakheus tentang Kasih Tuhan

Ada kalanya kita merasa seperti Zakheus.

Bukan karena kita pendek secara fisik, tapi karena hati kita merasa terlalu kecil, terlalu kotor, terlalu gagal untuk berdiri di tengah banyak orang dan berharap diperhatikan Tuhan.

Zakheus tahu reputasinya buruk. Ia tahu orang-orang memandangnya sebagai penipu. Ia tahu dirinya tidak pantas berada di barisan depan. Maka ia memilih naik ke atas pohon — jauh, tersembunyi, cukup aman untuk melihat Yesus tanpa harus terlihat. Dan sering kali, itulah posisi kita juga. Kita ingin dekat dengan Tuhan, tapi kita takut : takut dihakimi, takut ditolak, takut bahwa Tuhan pun mungkin akan berpikir sama seperti orang lain.

Namun yang indah dari kisah ini adalah: Yesus justru berhenti tepat di bawah pohon itu.

Ia tidak hanya melihat Zakheus. Ia memanggil namanya.

“Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Tuhan tidak berkata,
“Berubahlah dulu.”
“Perbaikilah hidupmu.”
“Atasi masa lalumu.”

Ia berkata,
“Hari ini Aku mau datang.”


BACA JUGA : Selain Ayub, Inilah 6 Tokoh Alkitab yang Mengajarkan Arti Bersyukur di Masa Sulit


Kasih Tuhan selalu mendahului pertobatan kita. Kita sering berpikir kita harus menjadi layak agar Tuhan mau datang.

Padahal kebenarannya justru sebaliknya:

karena Tuhan datang, kita jadi ingin berubah. Itulah yang terjadi pada Zakheus. Setelah mengalami penerimaan yang begitu tulus, hatinya tidak bisa tetap sama. Ia mengembalikan yang telah ia ambil. Ia memperbaiki yang rusak. Bukan karena dipaksa tetapi karena kasih telah menyentuh bagian terdalam dirinya.


Kita tidak perlu menunggu sampai hidup kita rapi untuk turun. Kita hanya perlu cukup berani untuk menjawab panggilan-Nya. Karena sering kali, perubahan tidak dimulai saat kita memperbaiki diri tetapi saat kita membiarkan Tuhan masuk.

Download PDF

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK