ARTICLE

Wed - Feb 11, 2026 / 529 / Sunday School

Mengenal Perasaan Anak Melalui Permainan “Warnai Hatiku Hari Ini”

Anak-anak memiliki banyak perasaan di dalam hati mereka, namun tidak selalu mudah bagi mereka untuk mengungkapkannya dengan kata-kata. Ada kalanya anak merasa senang, sedih, marah, atau bingung, tetapi belum tahu bagaimana cara menyebutkan apa yang sedang mereka rasakan. Karena itu, penting bagi guru dan orangtua untuk menolong anak mengenali emosinya sejak dini.

Momen Valentine dapat menjadi kesempatan yang baik untuk mengajarkan anak tentang kasih, bukan hanya sebagai perasaan kepada orang lain, tetapi juga sebagai kepedulian terhadap apa yang ada di dalam hati mereka sendiri. Salah satu cara sederhana dan menyenangkan yang dapat dilakukan di kelas Sunday School adalah melalui permainan “Warnai Hatiku Hari Ini”.

Permainan ini dirancang untuk membantu anak mengidentifikasi perasaan mereka dengan media warna. Anak diberikan selembar kertas bergambar bentuk hati dan alat mewarnai.

 

Detail Kegiatan: “Warnai Hatiku Hari Ini”

Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan membantu anak usia 6–12 tahun mengenali, menyebutkan, dan memahami perasaan yang sedang mereka alami dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Alat dan Bahan
Guru menyiapkan kertas bergambar bentuk hati untuk setiap anak, serta crayon atau pensil warna. Guru juga dapat menyiapkan contoh warna emosi yang ditulis di papan atau kertas besar agar mudah dipahami anak.

Langkah-Langkah Kegiatan

Langkah 1: Pembukaan dan Pengantar
Guru mengajak anak duduk dengan tenang dan menjelaskan bahwa setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda. Guru menekankan bahwa semua perasaan itu penting dan boleh dirasakan. Pada tahap ini, guru dapat mengaitkan kegiatan dengan tema kasih, bahwa Tuhan peduli dengan setiap perasaan anak.

Langkah 2: Pengenalan Emosi dan Warna
Guru memperkenalkan beberapa jenis emosi dasar, seperti bahagia, sedih, marah, takut, dan tenang. Setelah itu, guru menjelaskan bahwa setiap emosi akan diwakili oleh satu warna. Guru menyebutkan arti masing-masing warna dan memastikan anak memahaminya.

 


BACA JUGA : Iman Adalah Keputusan, Bukan Sekadar Perasaan

 


Langkah 3: Refleksi Diri Singkat
Guru mengajak anak untuk diam sejenak dan memikirkan pertanyaan sederhana, seperti “Apa perasaanmu hari ini?” atau “Bagaimana perasaan hatimu saat ini?” Anak tidak perlu menjawab dengan suara, cukup memikirkan di dalam hati.

Langkah 4: Kegiatan Mewarnai
Guru membagikan kertas bergambar hati dan alat mewarnai. Anak diminta mewarnai gambar hati sesuai dengan perasaan yang sedang mereka rasakan. Guru menegaskan bahwa anak boleh menggunakan lebih dari satu warna jika merasakan lebih dari satu emosi.

Langkah 5: Berbagi Cerita (Opsional)
Setelah selesai mewarnai, guru memberi kesempatan kepada beberapa anak untuk berbagi cerita secara sukarela. Guru dapat bertanya alasan anak memilih warna tertentu dan apa yang membuat mereka merasa seperti itu. Guru perlu memastikan suasana tetap aman dan tidak memaksa anak yang belum siap berbagi.

Langkah 6: Penguatan dari Guru
Guru menanggapi setiap cerita anak dengan empati dan membantu memberi nama pada emosi yang muncul. Guru menegaskan bahwa semua perasaan boleh dirasakan, tetapi anak perlu belajar menyikapinya dengan cara yang baik.


Melalui permainan ini, anak belajar bahwa perasaan mereka berharga dan layak untuk didengar. Anak juga diajak memahami bahwa Tuhan peduli terhadap setiap isi hati mereka, baik perasaan yang menyenangkan maupun yang sulit. Guru dapat menutup kegiatan dengan mengingatkan anak bahwa mereka selalu dapat membawa perasaan mereka kepada Tuhan, karena Tuhan mengasihi mereka apa adanya.

Permainan “Warnai Hatiku Hari Ini” tidak hanya membantu anak mengenali emosi, tetapi juga menanamkan nilai kasih, empati, dan kejujuran sejak dini. Dengan cara yang sederhana, anak belajar bahwa mengenal perasaan adalah langkah awal untuk mengasihi diri sendiri dan orang lain.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK