Sering kali kita berpikir bahwa untuk dipakai Tuhan, kita harus merasa siap. Harus kuat, percaya diri, dan punya pengalaman. Kita menunggu sampai merasa “cukup” sebelum melangkah.
Namun jika kita melihat kisah-kisah dalam Alkitab, justru sering kali Tuhan memakai kita saat kita tidak merasa paling siap. Saat kita ragu. Saat kita merasa kecil. Saat kita sadar bahwa kemampuan kita terbatas.
Mengapa demikian?
Ketika kita merasa mampu, kita cenderung mengandalkan diri sendiri.
Namun saat kita merasa kurang, kita belajar bersandar.
Daud maju menghadapi Goliat bukan karena ia merasa paling kuat, tetapi karena ia percaya Tuhan menyertainya. Dari kisah ini, kita belajar bahwa keberanian sejati lahir dari iman, bukan dari rasa percaya diri semata.
Di titik ketidakmampuan itulah, kita memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja.
Saat kita merasa tidak siap, kita:
Lebih sadar keterbatasan
Lebih mau belajar
Lebih bergantung pada arahan Tuhan
Musa merasa dirinya tidak pandai bicara dan berkali-kali menolak panggilan Tuhan. Namun Tuhan tetap memakainya, bukan karena kefasihan Musa, melainkan karena ketaatannya.
Melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa Tuhan bekerja melalui hati yang rendah, bukan ego yang tinggi.
Sering kali kita menilai diri sendiri dari:
Prestasi
Pengalaman
Validasi orang lain
Padahal Tuhan melihat lebih dalam.
Gideon merasa dirinya paling kecil dan berasal dari kaum yang tidak terpandang. Namun Tuhan melihat hatinya yang mau mendengar dan taat, meski penuh ketakutan.
Tuhan tidak menunggu kita merasa layak. Tuhan menunggu kita bersedia.
BACA JUGA : Tuhan Tidak Melihat Seperti Cara Manusia Melihat
Ketika Tuhan mulai bekerja melalui hidup kita, rasa “tidak siap” sering menolong kita untuk tetap sadar:
semua ini bukan karena kehebatan kita.
Kita tahu bahwa apa yang terjadi adalah karena anugerah, bukan kemampuan semata. Dan dari sanalah hati kita dijaga untuk tetap rendah dan bersyukur.
Tuhan tidak hanya mengejar hasil, tetapi proses pembentukan hati.
Saat kita merasa tidak siap, kita sedang:
Dilatih untuk percaya
Dibentuk untuk taat
Dikuatkan melalui proses
Dan dari proses itulah, iman kita bertumbuh menjadi lebih dewasa dan kokoh.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK