Ada kalanya mereka merasa sedih, kecewa, bingung, atau tidak mengerti mengapa hal tertentu terjadi. Melalui episode Superbook Kids Club minggu ini, anak-anak diajak belajar bahwa perasaan-perasaan tersebut boleh dirasakan, dan di tengah semuanya itu, mereka tetap bisa belajar percaya kepada Tuhan.
Kegiatan Sekolah Minggu ini terinspirasi dari kisah Ayub, seorang tokoh Alkitab yang tetap mengasihi dan memuliakan Tuhan meskipun hidupnya berada dalam keadaan yang sangat sulit.
- Menolong anak mengenali dan menerima perasaan sedih atau kecewa
- Mengajarkan bahwa Tuhan tetap baik di setiap keadaan
- Membantu anak belajar percaya kepada Tuhan meski belum mengerti
- Menanamkan iman yang jujur dan bertumbuh
1. Diskusi Pembuka: Mengenal Perasaan
Guru membuka kelas dengan pertanyaan ringan:
“Pernah nggak merasa sedih padahal kamu tidak salah?”
“Kalau kamu sedih atau kecewa, biasanya kamu ngapain?”
Guru menegaskan kepada anak-anak bahwa semua perasaan boleh dirasakan, dan Tuhan peduli dengan isi hati mereka.
Alat yang dibutuhkan:
Balon
Spidol
Ajak anak-anak menuliskan atau menggambar di balon:
Hal yang membuat mereka sedih
Hal yang membuat mereka bingung
Hal yang membuat mereka kecewa
Setelah itu, guru menjelaskan:
Perasaan sedih itu nyata. Tuhan tidak marah saat kita merasa sedih atau bingung.
Kemudian guru meniup balon sambil berkata:
Saat kita berdoa dan bersyukur, Tuhan mengisi hati kita dengan pengharapan dan kekuatan.
Balon menjadi gambaran bahwa hati anak bisa kembali dikuatkan oleh Tuhan.
Guru menceritakan kisah Ayub secara singkat dan sederhana:
- Ayub kehilangan banyak hal
- Ayub merasa sangat sedih
- Ayub tidak langsung mengerti alasan semua yang terjadi
- Tetapi Ayub tetap percaya dan memuliakan Tuhan
Guru menegaskan bahwa percaya kepada Tuhan bukan berarti tidak pernah sedih, tetapi tetap memilih Tuhan meskipun hati sedang tidak baik-baik saja.
BACA JUGA : Anak Bertanya “Kalau Tuhan Baik, Kenapa Aku Sedih?” Ini Peran Orangtua Menemani Iman Anak
Ajak anak-anak berdoa bersama dengan kalimat sederhana, misalnya:
“Tuhan Yesus, aku mau percaya kepada-Mu walaupun aku belum mengerti.”
Guru menutup dengan doa yang menenangkan dan menguatkan hati anak-anak.
Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa Tuhan tidak menjauh saat mereka sedih. Sebaliknya, Tuhan hadir dan menguatkan hati mereka ketika mereka belajar percaya di tengah keadaan yang sulit.
Jadikan kelas Sekolah Minggu sebagai tempat yang aman bagi anak-anak untuk merasa, bertanya, dan bertumbuh dalam iman kepada Tuhan.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK