Ada satu momen dalam hidup rohani yang paling berat: saat kita sadar bahwa kita telah gagal.
Gagal menjaga komitmen.
Gagal hidup sesuai iman.
Gagal menjadi pribadi seperti yang kita harapkan.
Dalam saat seperti itu, banyak orang justru menarik diri dari Tuhan. Bukan karena tidak percaya, tetapi karena merasa malu dan tidak layak lagi datang.
Petrus, murid Yesus yang begitu berani dan penuh semangat, pernah berada di titik itu. Ia pernah berkata dengan yakin bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan Yesus. Namun di malam penangkapan Yesus, Petrus menyangkal Gurunya tiga kali.
Saat ayam berkokok, Petrus sadar bahwa ia telah gagal.
Bayangkan perasaan Petrus saat itu.
Ia mengasihi Yesus.
Ia ingin setia.
Namun ketakutan mengalahkan imannya.
Kisah ini begitu dekat dengan banyak dari kita. Kita pun sering memiliki niat yang baik, tetapi jatuh ketika tekanan datang. Kita berkata hal yang tidak seharusnya. Kita melakukan hal yang kita sesali. Lalu kita bertanya dalam hati, “Apakah Tuhan masih mau menerimaku?”
BACA JUGA : Siapakah Aku? 15 Tebak-Tebakan Tokoh Alkitab Seru untuk Kegiatan Sekolah Minggu
Hal terindah dari kisah Petrus bukan terletak pada kegagalannya, melainkan pada respon Yesus setelah kebangkitan-Nya.
Yesus tidak menjauhi Petrus.
Yesus tidak mengungkit masa lalunya.
Yesus justru mencari Petrus dan memulihkannya.
Tiga kali Yesus bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?”
Bukan untuk mempermalukan Petrus, tetapi untuk menyembuhkan hatinya.
Yesus ingin Petrus tahu bahwa kasih-Nya lebih besar daripada kesalahannya.
Kasih Tuhan tidak hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan. Petrus tidak hanya diterima kembali, tetapi juga dipercaya kembali. Ia dipakai Tuhan untuk menguatkan banyak orang dan membangun gereja mula-mula.
Ini adalah pesan penting bagi kita semua: kegagalan tidak membatalkan panggilan Tuhan.
Kasih Tuhan tidak berhenti di titik terburuk hidup kita.
Jika hari ini kamu sedang merasa gagal, malu, atau tidak layak datang kepada Tuhan, ingatlah Petrus. Tuhan yang memulihkan Petrus adalah Tuhan yang sama yang mengasihi kita hari ini.
Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk datang kepada-Nya. Kita hanya perlu datang dengan hati yang jujur.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK