Ada fase di mana anak mulai nanya hal-hal yang bikin kita langsung mikir keras.
“Tuhan itu satu atau tiga sih?”
“Tuhan kok katanya ada di mana-mana?”
“Atau yang paling sering: “Berarti Tuhan ada di kamar aku juga?”
Jujur, banyak orangtua langsung panik. Bukan karena tidak percaya, tapi karena takut salah menjelaskan. Takut jawabannya terlalu rumit. Takut anak malah jadi bingung.
Padahal sebenarnya, justru di momen seperti ini iman anak lagi mulai bertumbuh.
Kadang kita langsung mikir, “Aduh, kok anak nanya begitu ya?”
Padahal sebenarnya anak bukan lagi meragukan Tuhan. Anak cuma lagi mencoba memahami Tuhan dengan cara yang mereka mengerti. Buat kita yang sudah dewasa, konsep Tuhan mungkin sudah terasa biasa. Tapi buat anak-anak, Tuhan itu masih sesuatu yang sangat besar dan sulit dibayangkan.
Di Alkitab kita memang mengenal Tuhan sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tapi anak tidak perlu langsung memahami semuanya dengan cara yang teologis. Yang paling penting bukan anak mengerti dengan sempurna. Yang paling penting anak tahu bahwa Tuhan itu dekat dan Tuhan itu sayang mereka.
Kita tidak perlu menjelaskan dengan kata-kata yang berat. Justru semakin sederhana, semakin mudah anak mengerti.
Kita bisa jawab seperti ini:
“Tuhan itu satu. Tapi Tuhan sangat besar, jadi Dia bisa hadir untuk kita dalam tiga cara yang berbeda.”
Lalu jelaskan pelan-pelan:
Tuhan Bapa menjaga kita
Yesus Kristus sayang kita dan mati untuk kita
Roh Kudus menolong kita dari dalam hati kita
Anak tidak harus langsung paham semuanya. Bahkan kalau mereka cuma ingat bahwa Tuhan selalu ada untuk mereka, itu sudah cukup.
Ini pertanyaan yang sering banget muncul, terutama dari anak yang masih kecil.
Kadang kita langsung jawab, “Iya, Tuhan ada di mana-mana.”
Tapi tanpa sadar, jawaban itu bisa bikin anak merasa seperti dia sedang diawasi, bukan ditemani.
Coba jawab dengan cara yang lebih menenangkan:
“Iya, Tuhan ada di mana-mana. Tapi Tuhan bukan ada supaya kamu takut. Tuhan ada supaya kamu tidak pernah sendirian.”
Jawaban seperti ini bikin anak merasa aman, bukan takut.
Karena sebenarnya yang anak butuhkan bukan jawaban yang sempurna, tapi rasa aman saat mendengar tentang Tuhan.
Banyak orangtua merasa khawatir kalau anak terus bertanya tentang Tuhan. Takut salah jawab. Takut tidak tahu harus bilang apa lagi.
Padahal justru anak yang bertanya itu tanda yang bagus.
Anak yang bertanya berarti anak sedang berpikir.
Anak yang berpikir berarti imannya sedang bertumbuh.
Kita tidak harus selalu punya jawaban yang sempurna. Tidak apa-apa kalau suatu hari kita bilang, “Mama juga masih belajar, tapi kita belajar sama-sama ya.”
Justru dari situ anak belajar bahwa percaya kepada Tuhan bukan soal tahu semua jawaban, tapi soal mengenal Tuhan sedikit demi sedikit.
Menjelaskan tentang Tuhan ke anak memang tidak selalu mudah. Apalagi kalau pertanyaannya tiba-tiba dan kita tidak siap. Tapi kita tidak harus menjelaskan dengan cara yang rumit.
Anak tidak membutuhkan jawaban yang sempurna. Anak hanya butuh tahu bahwa Tuhan itu dekat, Tuhan itu baik, dan Tuhan itu sayang mereka.
Dan seringkali, yang paling diingat anak bukan penjelasan kita — tapi rasa tenang yang mereka rasakan saat kita bicara tentang Tuhan.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK