Kasih-Nya terbuka bagi siapa pun. Melalui renungan ini, mari belajar menerima kasih Tuhan yang adil dan menyeluruh.
“Sebab Allah tidak memandang muka.” (Roma 2:11)
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan bahwa kasih manusia punya batas. Ada orang yang mudah kita sayangi karena sifatnya baik, sopan, atau memberi kita sesuatu. Namun, ada juga orang yang sulit kita terima karena perbedaan sikap, latar belakang, atau bahkan karena mereka pernah menyakiti kita. Manusia cenderung memilih-milih dalam mengasihi.
Tetapi kasih Tuhan berbeda. Firman Tuhan berkata bahwa Ia tidak memandang muka. Artinya, Tuhan tidak mengasihi berdasarkan penampilan, status, atau latar belakang seseorang. Kasih-Nya universal, menyeluruh, dan tidak terbatas. Tuhan mengasihi orang kaya maupun miskin, orang yang dianggap berhasil maupun yang gagal, orang yang tampak baik maupun yang masih bergumul dalam dosa.
BACA JUGA : 7 Ide Kuis Seru untuk Sekolah Minggu: Anak Belajar Firman dengan Gembira!
Ketika banyak orang Yahudi menghindari pemungut cukai dan orang berdosa, Yesus justru duduk makan bersama mereka. Ia mau hadir dan menjangkau mereka yang tersisih. Yesus juga menolong orang Samaria, yang waktu itu dianggap musuh orang Yahudi. Semua itu menunjukkan bahwa kasih Tuhan menembus batas yang dibuat manusia.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita pun dipanggil untuk meneladani kasih yang tidak pilih-pilih itu. Mungkin di sekitar kita ada teman yang berbeda suku, agama, atau karakter. Mungkin ada orang yang sering membuat kita kesal. Tetapi justru di situlah kita diuji untuk mengasihi dengan kasih Kristus, bukan kasih kita sendiri yang terbatas.
Kasih Tuhan yang tinggal dalam hati kita memampukan kita untuk menerima orang lain tanpa syarat. Bukan berarti kita setuju dengan segala perbuatannya, tetapi kita tetap mengasihi mereka sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan. Dengan begitu, hidup kita dapat menjadi kesaksian nyata tentang kasih Kristus yang melampaui perbedaan.
Hari ini, mari kita renungkan: apakah kasih kita masih memilih-milih? Apakah kita hanya baik kepada orang yang menyenangkan kita? Atau kita sudah belajar mengasihi seperti Tuhan, yang tidak memandang muka?
Biarlah setiap tindakan kasih kita menjadi cermin kasih Tuhan. Sebab ketika kita mengasihi tanpa syarat, orang lain bisa merasakan kehadiran Allah yang hidup melalui hidup kita.
Jika Anda sedang menghadapi tantangan dalam hubungan atau membutuhkan bimbingan konseling, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling(klik disini) CBN. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK