Pernah gak sih kita tiba-tiba kepikiran sesuatu yang bikin hati langsung drop?
Biasanya muncul di waktu yang sunyi. Malam, lagi sendirian, atau bahkan jam 2 pagi. Tiba-tiba muncul pikiran seperti, “Aku gak berharga,” atau “Tuhan pasti sudah capek sama aku,” atau “Aku gak akan pernah berubah.”
Dan yang bikin makin sedih, semua itu terdengar seperti suara kita sendiri.
Padahal sebenarnya belum tentu itu suara kita. Karena dalam Alkitab, ada satu yang memang disebut sebagai penuduh. Wahyu 12:10 bilang bahwa Iblis adalah pendakwa saudara-saudara kita yang menuduh siang dan malam. Artinya, dia bukan cuma mencobai, tapi juga terus menuduh.
Dan caranya bukan dengan sesuatu yang kelihatan seram. Dia masuk lewat pikiran kita, lewat dialog batin kita, lalu bikin kita percaya bahwa suara itu memang sudah ada di dalam diri kita sejak awal.
Kadang kita mikir serangan rohani itu pasti kelihatan jelas. Tapi sebenarnya sering banget justru yang paling halus. Musuh gak perlu kita sengaja mendengarkannya. Dia cuma perlu kita salah mengira suaranya sebagai suara kita sendiri.
Ingat Hawa di Kejadian 3? Iblis gak langsung menyerangnya. Dia cuma bilang, “Tentulah Allah berfirman…?” Satu kalimat itu kelihatannya sederhana, tapi efeknya besar. Dia bikin Hawa mulai ragu sama Tuhan, lalu keraguan itu tumbuh pelan-pelan sampai akhirnya Hawa percaya itu benar.
Dan jujur, itu masih terjadi sampai sekarang. Setiap kali kita kepikiran, “Tuhan gak peduli sama aku,” atau “Aku terlalu gagal buat Tuhan,” itu sebenarnya bukan kesimpulan kita. Itu pikiran yang ditanamkan supaya kita pelan-pelan menjauh dari Tuhan.
Nah, ini yang sering bikin kita bingung. Soalnya kadang kita mikir, “Ini Roh Kudus lagi negur aku, atau ini cuma pikiran yang bikin aku makin down?”
Sebenarnya bedanya cukup jelas.
Kalau Roh Kudus menegur, Dia tetap bikin kita merasa dikasihi. Dia mungkin bilang, “Ini perlu diperbaiki,” tapi di saat yang sama Dia juga bilang, “Aku tetap sama kamu.” Sedangkan intimidasi cuma bikin kita merasa gagal, malu, dan gak berharga. Gak ada harapan di dalamnya.
Roh Kudus bikin kita pengen datang ke Tuhan. Intimidasi bikin kita pengen menjauh karena merasa gak layak. Roh Kudus membawa damai, walaupun kita lagi ditegur. Intimidasi membawa takut dan rasa tertolak.
Roma 8:1 bilang bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Jadi kalau ada pikiran yang isinya cuma menghukum tanpa kasih, itu bukan dari Tuhan.
Kita gak harus terus hidup dalam kebingungan. Kita bisa belajar pelan-pelan mengenali suara siapa yang sedang kita dengar. Mulai dari hal yang sederhana. Kalau ada pikiran yang bikin kita merasa Tuhan sudah menyerah sama kita, langsung ingat: itu bukan dari Tuhan. Tuhan gak pernah menyerah sama anak-Nya.
Dan kalau tuduhan itu datang lagi, coba ucapkan kebenaran dengan suara pelan:
“Aku menolak pikiran ini. Itu bukan identitasku. Aku adalah siapa yang Tuhan katakan tentang diriku.”
Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin kita familiar sama suara-Nya. Dan semakin kita mengenal suara-Nya, semakin gampang kita bedain mana yang benar dan mana yang cuma intimidasi.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK