Ada yang takut kegelapan, takut gagal, takut ditolak teman, bahkan takut menghadapi hal-hal baru dalam hidupnya. Sebagai Superparents maupun SuperTeachers, kita tentu rindu melihat anak-anak berani menghadapi semua itu. Namun, sering kali kita lupa bahwa keberanian anak tidak muncul begitu saja. Mereka belajar berani karena ada teladan dari orang dewasa di sekitarnya.
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa sebelum anak-anak bisa belajar berani, hati kita sebagai orangtua dan guru perlu dikuatkan terlebih dahulu.
BACA JUGA : SUPERBOOK KIDS CLUB | 24 AGUSTUS 2025
1. Anak meniru apa yang mereka lihat
Anak-anak adalah peniru yang ulung. Lebih dari sekadar mendengar nasihat, mereka akan mencontoh apa yang kita lakukan. Jika mereka melihat orangtua atau guru tetap percaya kepada Tuhan di tengah kesulitan, mereka akan belajar bersikap sama. Sebaliknya, jika mereka melihat kita mudah panik atau khawatir, mereka pun akan menirunya.
2. Keberanian dimulai dari hati yang percaya
Kita tidak bisa mengajarkan keberanian jika hati kita sendiri masih dipenuhi rasa takut. Anak-anak membutuhkan orang dewasa yang yakin akan penyertaan Tuhan, sehingga keyakinan itu menular pada mereka. Saat kita melangkah dengan iman, anak-anak akan belajar mengikuti jejak itu.
3. Kata-kata perlu selaras dengan sikap
Mengatakan, “Jangan takut, Tuhan menyertaimu,” sangat penting. Namun, jauh lebih kuat ketika anak melihat kita benar-benar hidup dalam firman tersebut. Kata-kata tanpa teladan hanya akan menjadi teori. Tetapi ketika sikap kita konsisten, anak-anak belajar bahwa firman Tuhan itu nyata.
4. Tuhan adalah sumber keberanian sejati
Kita tidak sedang mengajarkan anak untuk sekadar percaya diri, melainkan percaya kepada Tuhan. Keberanian sejati bukan karena kemampuan mereka sendiri, tetapi karena mereka tahu Tuhan menyertai. Inilah yang membuat anak-anak mampu menghadapi ketakutan mereka dengan iman.
Keberanian anak lahir dari hati yang dikuatkan Tuhan dan itu dimulai dari kita sebagai orangtua dan guru. Mari kita menjadi teladan iman yang hidup, supaya anak-anak berani menghadapi tantangan apa pun, karena mereka tahu: bersama Tuhan, mereka tidak sendirian.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK