“Aku akan meminang engkau dengan kasih setia dan belas kasihan.”
— Hosea 2:19b
Mengasihi itu mudah ketika semua baik-baik saja. Tapi bagaimana ketika orang yang kita kasihi justru melukai? Hosea dipanggil Tuhan untuk mengasihi Gomer—seseorang yang meninggalkan dan mengkhianatinya. Secara manusia, Hosea punya hak untuk menyerah. Namun, ia tetap memilih untuk mengasihi dan membawa Gomer kembali.
Tindakan Hosea bukan sekadar tentang rumah tangganya, tetapi gambaran hati Tuhan terhadap kita. Berapa kali kita meninggalkan-Nya? Berapa sering kita setia hanya saat berkat datang? Namun Tuhan tetap menjemput hati kita yang jauh, lagi dan lagi.
Kasih yang bertahan bukan berarti mengabaikan luka, tetapi percaya bahwa Tuhan mampu memulihkan yang hancur.
Mengampuni bukan perkara mudah—apalagi ketika luka terasa dalam. Namun kasih yang bertahan mengundang kita untuk melihat nilai orang lain seperti Tuhan melihatnya: berharga dan layak ditebus.
Dalam keluarga, orangtua bisa merasa lelah menghadapi anak yang sulit diatur, atau pasangan yang tidak selalu mendukung. Guru sekolah minggu mungkin menghadapi anak yang terus menantang batas. Di situ, Tuhan mengundang kita untuk tetap mengasihi, bukan karena mereka sempurna, tapi karena kasih Allah ada dalam kita.
Kasih Allah bukan sekadar emosi—ia adalah keputusan untuk tetap hadir.
BACA JUGA : Mengampuni Mereka yang Paling Dekat dengan Kita
Persevering in love tidak berarti kita mengandalkan kekuatan sendiri. Hosea bisa bertahan karena Tuhan yang memampukan. Kasih manusia memiliki batas, tetapi kasih Tuhan tidak.
Ketika kita merasa sendirian, Tuhan berkata:
“Aku yang memulihkan. Aku yang memberi kekuatan untuk terus mengasihi.”
Kadang proses pemulihan panjang dan butuh waktu, namun setiap langkah kecil menuju pemulihan adalah bukti bahwa Tuhan bekerja. Kasih yang bertahan sering kali menjadi sarana Tuhan mengubah hati—bukan hanya orang yang kita kasihi, tapi juga hati kita sendiri.
Jika Anda sedang menghadapi tantangan dalam hubungan atau membutuhkan bimbingan konseling, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling(klik disini) CBN. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK