“Orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: ‘Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!’”
— Matius 21:9
Kita mudah memuji Tuhan saat hidup berjalan baik. Tapi bagaimana ketika doa tidak dijawab seperti yang kita harapkan?
Kita semua pasti pernah ada di momen di mana memuji Tuhan terasa sangat mudah.
Saat semuanya berjalan baik, saat doa dijawab, saat hidup terasa tenang, kita dengan mudah berkata, “Tuhan itu baik.” Kita bisa datang beribadah dengan hati yang ringan, menyanyi tanpa beban, dan percaya bahwa Tuhan selalu bekerja.
Itulah yang terjadi pada hari Minggu Palma.
Orang banyak menyambut Yesus dengan penuh sukacita. Mereka berseru “Hosana” dan memuji-Nya seperti seorang raja. Mereka percaya bahwa Yesus akan menyelamatkan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. Mereka yakin sesuatu yang besar akan terjadi.
Tapi hanya beberapa hari setelah itu, semuanya berubah.
Yesus ditangkap. Harapan mereka runtuh. Dan suara yang sama yang dulu memuji mulai berubah menjadi kekecewaan. Bukan karena Yesus berubah, tapi karena harapan mereka tidak terjadi seperti yang mereka inginkan.
Dan tanpa sadar, kita juga bisa seperti itu.
Kita memuji Tuhan saat hidup berjalan sesuai harapan, tapi ketika doa tidak dijawab seperti yang kita bayangkan, hati kita mulai berubah. Kita mungkin tetap berdoa, tapi tidak seantusias dulu. Kita tetap percaya, tapi tidak sekuat dulu. Bahkan kadang kita mulai bertanya dalam hati, “Tuhan, kenapa tidak seperti yang aku harapkan?”
Daily devotional hari ini mengingatkan kita bahwa penyembahan sejati tidak bergantung pada hasil.
Kita tidak hanya dipanggil untuk memuji Tuhan saat semuanya baik, tapi juga tetap percaya saat semuanya terasa sulit. Tetap percaya saat doa belum dijawab. Tetap percaya saat hidup tidak berjalan seperti yang kita rencanakan.
Yesus tetap layak dipuji, bukan hanya di hari Minggu ketika semuanya terasa penuh harapan, tapi juga di hari Jumat ketika semuanya terasa berat.
Mungkin hari ini kamu sedang ada di “hari Jumat” dalam hidupmu. Mungkin ada doa yang belum dijawab. Mungkin ada harapan yang belum terjadi. Tapi ingat satu hal: Tuhan tidak berubah hanya karena keadaan kita berubah.
Dan penyembahan yang paling kuat justru lahir di saat kita tetap percaya walaupun tidak mengerti.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK