ARTICLE

Wed - Nov 12, 2025 / 473 / Daily Devotional

Hati yang Bersyukur Pasti Selalu Ingin Memberi

Ada kalanya kita berpikir, “Aku akan memberi kalau aku punya lebih.” Tapi justru di situlah Tuhan ingin menegur kita bahwa memberi bukan soal banyaknya, tapi hatinya.

Di dalam Alkitab, Yesus memuji seorang janda miskin yang mempersembahkan dua keping uang tembaga. Jumlahnya kecil, tapi nilainya besar di mata Tuhan, karena ia memberi dari kekurangannya dengan hati yang tulus. (Lukas 21:1–4)

Memberi lahir dari rasa cukup. Dan rasa cukup lahir dari hati yang tahu bersyukur.

Saat kita menghitung berkat, bukan kekurangan, kita menyadari betapa Tuhan sudah memelihara kita dengan setia. Kita mulai melihat setiap hal kecil — napas, keluarga, pekerjaan, teman, bahkan tantangan — sebagai bukti kasih Tuhan yang nyata.

BACA JUGA : 5 Cara Menumbuhkan Hati yang Peka dan Bersyukur dalam Keluarga

Ketika rasa syukur memenuhi hati, tangan kita pun terbuka. Memberi tak lagi terasa berat, melainkan jadi bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan. Kita belajar memberi waktu, perhatian, tenaga, dan bahkan pengampunan — hal-hal yang sering lebih berharga daripada uang.

Thanksgiving bukan hanya tentang satu hari penuh ucapan syukur, tapi tentang gaya hidup yang sadar akan kebaikan Tuhan setiap hari. Di tengah rutinitas, mari berhenti sejenak dan berkata, “Tuhan, terima kasih. Aku ingin membagikan berkat-Mu hari ini.”

Sebab setiap kali kita memberi dengan hati yang bersyukur, sesungguhnya kita sedang menyalurkan kasih Tuhan ke dunia yang haus akan kebaikan.

“Dalam segala hal, ucapkanlah syukur, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
— 1 Tesalonika 5:18

Hati yang bersyukur tidak menunggu kelimpahan untuk mulai memberi, karena ia tahu bahwa setiap berkat berasal dari Tuhan dan layak dibagikan kembali. Saat kita hidup dengan kesadaran bahwa apa pun yang kita miliki hanyalah titipan, memberi menjadi bagian alami dari ibadah kita. Di sanalah kita menemukan sukacita sejati bukan karena banyaknya yang kita punya, tetapi karena hati yang rela berbagi.

Download PDF

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK