“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
1 Yohanes 1:9 (TB)
Kita mungkin pernah ada di momen ini. Tengah malam, atau bahkan jam 2 pagi, hati rasanya penuh banget. Lalu kita berdoa dengan sungguh-sungguh. Kita bilang, “Tuhan, aku serius. Aku mau berubah. Aku janji, ini terakhir.” Dan saat itu, kita memang tidak sedang main-main. Kita benar-benar tulus.
Tapi besoknya datang. Hidup berjalan seperti biasa. Lalu godaan yang sama muncul lagi. Dan tanpa kita sadari, kita jatuh lagi di hal yang sama.
Yang paling sakit sebenarnya bukan cuma karena kita jatuh, tapi karena kita merasa mengecewakan Tuhan. Kita mulai berpikir, “Tuhan pasti sudah capek denganku.” Atau, “Aku sudah terlalu sering gagal.” Bahkan kadang kita jadi malas berdoa lagi karena merasa tidak enak.
Padahal, kalau dipikir lagi, Tuhan tidak pernah kaget dengan kelemahan kita. Dia sudah tahu kita tidak sempurna bahkan sebelum kita mengakuinya. Dan ayat di 1 Yohanes 1:9 justru ditulis untuk orang yang masih jatuh, tapi mau kembali lagi kepada Tuhan.
Kita sering merasa yang penting adalah janji kita. Kita pikir kalau kita sudah janji dengan sungguh-sungguh, berarti kita pasti bisa berubah. Tapi kenyataannya, kekuatan kita memang terbatas. Dan sebenarnya, Tuhan juga tidak pernah meminta kita berubah sendirian.
Coba ingat Petrus. Dia pernah bilang dia tidak akan meninggalkan Yesus. Tapi kenyataannya, dia menyangkal Yesus tiga kali. Bukan sekali, tapi tiga kali. Tapi setelah Yesus bangkit, Yesus tidak datang untuk mempermalukan dia. Yesus datang untuk memulihkan dia. Itu artinya, kegagalan Petrus tidak membuat Yesus berhenti mengasihi dia.
Kadang kita berpikir Injil itu untuk orang yang sudah kuat. Padahal justru sebaliknya. Injil itu untuk orang yang masih lemah. Untuk orang yang masih jatuh. Untuk orang yang masih belajar sedikit demi sedikit.
Kalau hari ini kita merasa jatuh lagi, jangan langsung menjauh dari Tuhan. Jangan merasa doa kita tidak pantas lagi. Justru datang lagi. Mengaku lagi. Bicara lagi seperti biasa. Karena Tuhan tidak menunggu kita jadi sempurna dulu baru Dia mau mendengar kita.
Dan mungkin hari ini kita tidak langsung berubah sepenuhnya. Tapi satu hal yang pasti: Tuhan tidak pernah berubah. Kasih-Nya tetap sama, bahkan saat kita merasa paling gagal.
Yang membuat kita tetap berdiri bukan karena kita selalu kuat, tapi karena Tuhan selalu setia. Kita boleh jatuh, tapi kita tidak harus berhenti datang kepada Tuhan. Karena setiap kali kita kembali, kasih-Nya tetap sama seperti sebelumnya.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK