Kadang kita merasa diri kita “kecil” atau “tidak berarti”. Kita bukan pendeta, bukan pemimpin rohani, bahkan bukan orang yang dikenal banyak orang. Tapi Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan bisa pakai siapa saja bahkan mereka yang dianggap biasa untuk menginjil dan membawa banyak orang kepada-Nya.
Dikenal punya masa lalu kelam dan dijauhi orang-orang. Tapi setelah bertemu Yesus, ia langsung pergi ke kotanya dan bersaksi. Hasilnya? Banyak orang percaya kepada Kristus karena perkataannya.
Pelajaran: Pertemuan pribadi dengan Yesus bisa mengubah siapa pun jadi saksi-Nya.
Dulu hidupnya hancur, kerasukan ribuan roh jahat, dan dikucilkan. Tapi setelah Yesus menyembuhkannya, ia tidak diam. Ia pulang ke kampungnya dan menceritakan apa yang Yesus lakukan, hingga banyak orang takjub.
Pelajaran: Luka masa lalu bisa jadi kesaksian yang mengubahkan banyak orang.
Sebagian hanya nelayan, pemungut cukai, bahkan orang biasa yang tidak terpandang. Tapi ketika Roh Kudus memenuhi mereka, ribuan orang bertobat melalui pemberitaan mereka.
Pelajaran: Tuhan tidak butuh status tinggi, Dia butuh hati yang rela dipakai.
BACA JUGA : Kalau Bukan Karena Anak Ini, 5000 Orang Mungkin Mati Kelaparan
Filipus bukan rasul besar, tapi ia taat ketika Roh Kudus menyuruhnya mendekati kereta sida-sida Etiopia. Dari satu percakapan sederhana, Injil akhirnya sampai ke negeri lain.
Pelajaran: Taat pada suara Tuhan, sekecil apa pun, bisa berdampak besar.
Pada masa itu, kesaksian perempuan sering dianggap tidak bernilai. Namun Yesus justru mempercayakan kabar kebangkitan-Nya pertama kali kepada mereka.
Pelajaran: Tuhan sengaja memilih yang dianggap rendah untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Kita mungkin merasa bukan siapa-siapa. Tapi justru di situlah Tuhan bisa menunjukkan kuasa-Nya. Kalau orang-orang biasa ini bisa dipakai Tuhan untuk menginjil, maka kita pun bisa! Karena yang terpenting bukan siapa kita di mata manusia, tapi siapa kita di tangan Tuhan.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK