Pernah nggak kita merasa bingung dan bertanya,
“Ini suara Tuhan atau cuma pikiranku sendiri?”
Kadang rasanya meyakinkan sekali. Hati terasa kuat. Pikiran terasa masuk akal. Tapi tetap ada keraguan kecil di dalam diri.
Kita memang hidup dengan banyak “suara” di dalam kepala kita. Ada keinginan pribadi. Ada rasa takut. Ada trauma masa lalu. Ada juga harapan. Semua itu bisa terdengar seperti suara yang membimbing kita. Lalu bagaimana kita tahu mana yang benar-benar dari Tuhan?
Dalam Ibrani 1:1–2 (TB), dikatakan bahwa Allah telah berbicara melalui Anak-Nya. Artinya, Tuhan sudah menyatakan diri-Nya dengan jelas melalui Yesus, dan kita mengenal Yesus melalui Firman Tuhan. Jadi ketika kita ingin mendengar suara Tuhan, tempat pertama yang perlu kita datangi adalah Kitab Suci.
Hari ini yakin, besok ragu. Pikiran juga bisa dipengaruhi oleh emosi atau tekanan. Sesuatu bisa terasa sangat kuat, tapi belum tentu itu dari Tuhan. Karena itu, suara Tuhan tidak pernah bertentangan dengan Firman-Nya. Kalau ada dorongan yang menjauhkan kita dari kebenaran Alkitab, dari kasih, dari karakter Kristus, kita perlu berhenti dan mengujinya lagi.
Roh Kudus memang memimpin kita secara pribadi. Dan pimpinan-Nya selalu selaras dengan Firman. Ia tidak akan menyuruh kita melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang sudah Tuhan ajarkan. Tuhan tidak membingungkan. Ia tidak bermain-main dengan kita. Suara-Nya membawa terang, bukan kekacauan yang membuat kita terus gelisah.
Semakin kita sering membaca dan merenungkan Firman, semakin kita mengenal suara-Nya. Sama seperti kita bisa mengenali suara orang yang kita kasihi karena sering mendengarnya, begitu juga dengan Tuhan. Kepekaan itu tumbuh dari kedekatan.
Jadi kalau hari ini kita sedang bingung, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Tenanglah. Kembalilah pada Firman. Di sana Tuhan sudah berbicara. Dan semakin kita mengenal kebenaran-Nya, semakin jelas kamu bisa membedakan mana suara Tuhan dan mana suara hati manusia.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK