Ada saat-saat ketika kita diminta melangkah, tetapi hati langsung dipenuhi keraguan. Bukan karena kita tidak mengenal Tuhan, melainkan karena situasi di depan terlihat terlalu berat. Tantangannya terasa berat. Jalannya tampak sempit. Kemampuannya terasa di luar jangkauan kita.
Di momen seperti itu, rasa takut sering menyamar sebagai logika. Kita mulai menghitung kemungkinan gagal, menimbang keterbatasan diri, dan membandingkan diri dengan orang lain. Tanpa sadar, kita lebih fokus pada apa yang tidak kita miliki daripada pada siapa Tuhan yang kita percaya.
Padahal iman mengingatkan kita pada satu kebenaran penting: tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Keberanian bukan berarti kita yakin pada kemampuan diri sendiri. Justru keberanian sejati lahir ketika kita sadar bahwa kita terbatas, tetapi Tuhan tidak terbatas. Apa yang terasa mustahil di mata manusia, bukanlah hal yang sulit bagi Tuhan.
Sering kali kita menunda langkah karena menunggu kondisi ideal. Kita ingin siap sepenuhnya, kuat sepenuhnya, dan yakin sepenuhnya. Namun iman tidak selalu berjalan dengan kepastian yang lengkap. Iman mengajak kita melangkah sambil percaya bahwa Tuhan bekerja bahkan di tengah ketidaksempurnaan kita.
BACA JUGA : Ketika Kita Gagal, Inilah Kasih Tuhan yang Tidak Pernah Meninggalkan Kita
Berani karena percaya pada Tuhan berarti kita tidak membiarkan rasa takut mengambil alih keputusan. Kita tetap melangkah, bukan karena semuanya aman, tetapi karena kita percaya Tuhan setia menyertai.
Keberanian seperti ini tidak selalu terlihat besar. Kadang bentuknya sederhana:
berani mencoba lagi setelah gagal,
berani taat meski belum mengerti rencana-Nya,
berani percaya saat keadaan belum berubah.
Tuhan tidak meminta kita memahami semua proses-Nya. Ia hanya mengundang kita untuk percaya. Ketika kita melangkah dalam ketaatan, Tuhan yang bekerja melampaui apa yang bisa kita bayangkan. Hal-hal kecil yang kita anggap tidak berarti, sering kali dipakai Tuhan untuk membawa dampak besar.
Jika hari ini kita sedang berada di persimpangan antara takut dan berani, ingatlah bahwa keberanian bukan datang dari keyakinan pada diri sendiri. Keberanian lahir dari iman kepada Tuhan yang sanggup melakukan jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan.
Karena saat kita berani melangkah bersama Tuhan, kemustahilan bukan lagi akhir cerita—melainkan awal dari karya-Nya yang nyata.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK