Ada anak yang kalau bertemu temannya tertentu, selalu saja memicu perselisihan: saling mengejek, dorong-dorongan, atau berebut perhatian. Mereka terlihat seperti tidak cocok dan sulit akur. Meski tampak sepele, konflik yang berulang perlu ditangani dengan serius agar kelas tetap menjadi tempat aman untuk belajar mengasihi.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan guru Sekolah Minggu saat menghadapi anak-anak yang sering berantem.
Anak berkonflik selalu ada sebabnya:
- berebut perhatian
- perbedaan karakter
- kesalahpahaman kecil yang menumpuk
- meniru perilaku yang dilihat di rumah
Superteachers perlu memperhatikan pola, bukan hanya memperbaiki momen yang sudah terjadi.
Beri ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan tanpa takut disalahkan.
Tanyakan:
- “Apa yang kamu rasakan?”
- “Apa yang kamu harapkan dari temanmu?”
- “Bagaimana kalau kamu yang mengalami itu?”
Tujuannya bukan mencari siapa yang salah, tetapi menolong mereka belajar memahami.
Misalnya:
- Tidak mengejek
- Tidak menyakiti
- Menghormati saat teman bicara
Gunakan bahasa positif:
“Ayo gunakan kata yang menguatkan. Tuhan suka ketika kita saling membangun.”
BACA JUGA : 7 Fakta Unik tentang Yakub dalam Alkitab yang Bikin Tercengang
Guru bisa memakai aktivitas sederhana:
- permainan kerjasama
- menggali karakter Alkitab yang saling mengasihi (misal: Yakub & Esau → rekonsiliasi)
- minta anak menyebutkan satu hal baik dari temannya
Saat anak belajar empati, konflik perlahan mereda.
Guru dapat menekankan:
- mengampuni
- minta maaf
- memilih kasih duluan
- sabar saat berbeda pendapat
Tanamkan bahwa kasih Kristus justru diuji ketika sulit akur.
Sampaikan hal yang terjadi dengan hati-hati, bukan menghakimi.
Kerjasama dengan orangtua membantu pembentukan karakter berlangsung konsisten di rumah.
Saat mereka mulai bisa:
- berbagi
- memaafkan
- bekerja sama
Berikan apresiasi.
Itu memperkuat perilaku baik dan kepercayaan diri mereka.
Konflik di antara anak-anak adalah bagian dari proses mereka bertumbuh. Yang terpenting bukan menghindari pertengkaran, tetapi menolong mereka belajar menyelesaikan dengan cara yang benar. Guru Sekolah Minggu memiliki peran penting menanamkan kasih Kristus, memperbaiki hubungan yang retak, dan membimbing anak memahami bahwa setiap teman itu berharga di mata Tuhan.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK