Kadang anak-anak bertanya, “Kenapa namanya Jumat Agung?” atau “Apa yang terjadi di hari itu?” Pertanyaan seperti ini sebenarnya sangat bagus, karena itu berarti anak-anak mulai ingin mengerti cerita tentang Yesus.
Jumat Agung adalah hari di mana Yesus disalibkan. Tapi kita tidak perlu menjelaskannya dengan cara yang menakutkan. Anak-anak tidak perlu tahu semua detailnya. Yang paling penting adalah mereka mengerti bahwa Yesus melakukan itu karena Dia sangat mengasihi kita.
Jadi saat kita menjelaskan Jumat Agung ke anak-anak, fokusnya bukan pada rasa sedihnya, tapi pada kasih Yesus yang sangat besar.
Anak-anak biasanya lebih mudah mengerti kasih daripada penderitaan. Jadi guru sekolah minggu bisa menjelaskan dengan kalimat yang sederhana seperti, “Yesus sangat mengasihi kita, makanya Dia rela melakukan sesuatu yang sangat besar untuk kita.”
Anak-anak tidak perlu langsung mengerti semuanya. Yang penting mereka tahu bahwa Yesus tidak melakukannya karena Dia kalah, tapi karena Dia mengasihi kita. Dan itu adalah kabar baik, bukan cerita yang menakutkan.
Kalau anak-anak mengerti bahwa Yesus mengasihi mereka secara pribadi, mereka akan lebih mudah memahami makna Jumat Agung dengan hati yang tenang.
Guru sekolah minggu bisa menjelaskannya dengan cara yang sangat sederhana. Gunakan cerita pendek, bahasa yang lembut, dan kalimat yang mudah dimengerti. Tidak perlu terlalu panjang, karena anak-anak biasanya lebih mudah mengingat kalimat yang sederhana.
Kita juga bisa mengajak anak-anak membayangkan kasih Yesus dengan cara yang dekat dengan mereka. Misalnya, seperti mama dan papa yang sangat mengasihi mereka, tapi kasih Yesus bahkan lebih besar dari itu.
Tujuan kita bukan membuat anak-anak mengerti semuanya dalam satu hari. Tujuan kita adalah membantu mereka mengenal kasih Yesus sedikit demi sedikit.
Jumat Agung bukan hanya cerita tentang kesedihan, tapi tentang kasih yang sangat besar. Dan kalau anak-anak sudah mengenal kasih itu sejak kecil, mereka akan lebih mudah percaya bahwa Yesus benar-benar mengasihi mereka.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK