Sekolah, les, PR, tugas rumah, pelayanan, sampai waktu bermain. Tanpa disadari, mereka bisa merasa kewalahan karena belum tahu bagaimana cara mengatur atau membagi waktu dengan baik.
Di sinilah orangtua berperan penting bukan untuk mengatur semuanya, tetapi mengajar anak membuat keputusan yang sehat tentang waktu mereka sendiri. Dengan latihan kecil dan arahan yang penuh kasih, anak bisa belajar disiplin tanpa kehilangan masa kecilnya.
Anak belajar paling cepat dari pola yang berulang. Buat rutinitas sederhana: jam bangun, jam makan, jam belajar, jam bermain, dan jam tidur. Pola yang jelas membuat anak tahu apa yang harus dilakukan tanpa banyak drama atau kebingungan.
Bikin jadwal dalam bentuk visual—pakai warna, gambar, atau simbol—supaya anak lebih mudah memahami alur waktunya. Misalnya gambar buku untuk jam belajar, gambar bola untuk waktu bermain, atau gambar tangan berdoa untuk waktu doa malam.
Prioritisasi bukan cuma untuk orang dewasa. Ajarkan anak bahwa ada hal yang harus diselesaikan dulu (seperti PR, mandi, beres-beres), baru setelah itu mereka bisa menikmati aktivitas favoritnya. Ini melatih disiplin dan rasa tanggung jawab.
BACA JUGA : Aku Pernah Lupa Mengerjakan PR dan Hampir Gak Mau Datang ke Sekolah, Tapi Tuhan Kuatkan Aku
Time management bukan berarti anak harus sibuk terus. Anak butuh waktu istirahat untuk menjaga emosi, kesehatan, dan kreativitas. Orangtua perlu memastikan ada waktu santai tanpa agenda agar anak tidak jenuh atau stres.
Jangan semuanya diatur oleh orangtua. Ajak anak memilih aktivitas apa yang mau dikerjakan dulu, berapa lama mereka ingin belajar, atau kapan mereka mau bermain. Ketika dilibatkan, anak merasa lebih bertanggung jawab terhadap jadwalnya sendiri.
Anak sering berpindah-pindah aktivitas karena tergoda bermain atau menonton. Ajarkan mereka untuk menyelesaikan satu hal dulu sebelum pindah ke aktivitas lain. Ini membangun fokus dan komitmen kecil dalam diri anak.
Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika orangtua menunjukkan disiplin waktu—tepat waktu bekerja, menjaga jam makan, punya waktu doa—anak akan lebih mudah meniru pola yang sehat ini.
Mengajari anak membagi waktu adalah proses jangka panjang. Tidak harus sempurna dalam sehari. Dengan bimbingan yang lembut, arahan yang jelas, dan contoh nyata dari orangtua, anak akan belajar mengatur waktunya sendiri. Di masa depan, kemampuan sederhana ini akan menolong mereka menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK