ARTICLE

Thu - Mar 05, 2026 / 85 / Inspirational

7 Fakta Menarik Tentang Impostor Syndrome, Ketika Orang Hebat Justru Merasa Tidak Cukup

Pernahkah kita merasa tidak pantas atas pencapaian sendiri?
Meskipun orang lain memuji kerja kerasmu, ada suara kecil di dalam hati yang berkata, “Aku cuma beruntung saja.”

Perasaan seperti ini ternyata cukup umum terjadi. Fenomena ini dikenal sebagai impostor syndrome kondisi ketika seseorang merasa dirinya tidak benar-benar layak atas keberhasilan yang ia capai. Menariknya, impostor syndrome justru sering dialami oleh orang-orang yang sebenarnya kompeten dan berprestasi. Berikut beberapa fakta menarik tentang fenomena ini.

1. Sering Dialami oleh Orang yang Berprestasi

Banyak orang mengira impostor syndrome hanya dialami oleh mereka yang kurang percaya diri. Padahal, fenomena ini justru sering muncul pada orang yang memiliki standar tinggi terhadap dirinya sendiri.

Semakin besar pencapaian yang diraih, semakin besar pula ketakutan bahwa suatu hari orang lain akan menyadari bahwa dirinya “tidak sebaik yang terlihat.”

2. Pujian Tidak Selalu Membuat Mereka Percaya Diri

Ketika seseorang memuji hasil kerja mereka, orang dengan impostor syndrome sering merasa tidak nyaman.

Alih-alih menerima pujian, mereka cenderung berkata:

“Ah, itu cuma kebetulan.”

“Aku cuma beruntung.”

“Orang lain juga bisa melakukan hal yang sama.”

 


BACA JUGA : Anak Terlihat Diam dan Penurut? Kenali Eggshell Parenting pada Anak

 


3. Mereka Takut Suatu Hari Akan “Ketahuan”

Salah satu ciri paling khas dari impostor syndrome adalah rasa takut bahwa suatu saat orang lain akan menyadari bahwa dirinya sebenarnya tidak cukup kompeten.

Padahal, kenyataannya mereka sudah berkali-kali membuktikan kemampuan mereka melalui kerja keras dan hasil yang nyata.

4. Perfeksionisme Sering Menjadi Pemicu

Banyak orang dengan impostor syndrome memiliki standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri.

Ketika hasil yang mereka capai tidak terasa “sempurna”, mereka merasa gagal meskipun sebenarnya hasil tersebut sudah sangat baik.

5. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Orang dengan impostor syndrome cenderung melihat keberhasilan orang lain sebagai bukti bahwa mereka tertinggal.

Mereka jarang melihat proses di balik pencapaian orang lain, tetapi langsung membandingkannya dengan diri sendiri.

6. Perasaan Ini Lebih Umum dari yang Kita Kira

Banyak penelitian menunjukkan bahwa impostor syndrome dialami oleh sangat banyak orang di berbagai bidang mulai dari pelajar, pekerja profesional, hingga pemimpin.

Artinya, jika kamu pernah merasakan hal ini, kamu tidak sendirian.

7. Kesadaran adalah Langkah Awal untuk Mengatasinya

Langkah pertama untuk mengatasi impostor syndrome adalah menyadari bahwa perasaan tersebut tidak selalu mencerminkan kenyataan.

Belajar mengakui pencapaian diri sendiri dan menerima bahwa setiap orang memiliki prosesnya masing-masing bisa membantu seseorang keluar dari pola pikir ini.

Meragukan diri sendiri sesekali adalah hal yang manusiawi. Namun penting untuk diingat bahwa keberhasilan tidak datang begitu saja tanpa usaha.

Kadang, kita hanya perlu belajar melihat diri sendiri dengan lebih jujur—bahwa kerja keras, keberanian, dan ketekunan yang kita miliki memang layak dihargai.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK