'Apa yang sebenarnya dipikirkan anak tentang teman-temannya?'
'Apakah mereka memilih-milih dalam berteman?'
'Apakah mereka merasa lebih tinggi dari yang lain?'Atau justru mereka menjaga jarak karena takut menyinggung, malu, atau bingung bagaimana harus bersikap?'
Kadang, anak terlihat “baik-baik saja” dari luar, tapi menyimpan pandangan yang salah di dalam hati. Bisa jadi mereka hanya berteman dengan yang seiman, yang penampilannya rapi, atau yang dianggap nyaman. Lalu menjauh dari yang berbeda, karena belum paham bagaimana menghargai perbedaan. Dan ironisnya orangtua tidak tahu apa-apa.
Tidak semua anak bisa langsung menceritakan perasaannya. Tapi ketika anak akhirnya berubah dan membuka diri, banyak orangtua yang baru menyadari: 'Oh, ternyata anakku sempat berpikir seperti itu.' Dan pada titik itu, muncul dua rasa: syukur karena anak bertumbuh, dan haru karena ternyata kita sempat kehilangan momen untuk mendampingi.
BACA JUGA : 'Aku Gak Level Berteman Sama Mereka' itu Dulu.. Sekarang Tuhan Yesus Ubah Cara Pandangku
1. Gali hati anak, jangan hanya nilai dari sikap luar.
Anak bisa bersikap sopan, rapi, dan terlihat aktif, tapi tetap menyimpan kebingungan di dalam. Luangkan waktu untuk ngobrol dari hati ke hati. Tanyakan bagaimana perasaan mereka terhadap teman-temannya, dan apa yang membuat mereka nyaman atau tidak nyaman dalam pergaulan.
2. Tanamkan nilai kasih, bukan hanya toleransi.
Toleransi mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan, tapi kasih mengajarkan mereka untuk menerima dan mengasihi tanpa syarat. Bekali anak dengan cara pandang Tuhan bahwa setiap orang berharga, bukan karena agama, status, atau penampilan.
3. Berikan ruang bagi anak belajar dari hal yang rohani.
Anak bisa belajar dari cerita, tayangan, atau pengalaman yang sederhana tapi menyentuh. Jangan remehkan kuasa dari cerita Alkitab atau tontonan rohani. Terkadang, perubahan terbesar lahir dari momen yang tak kita sangka—dan Tuhan bisa pakai apa saja untuk menyentuh hati anak.
SuperParents, tugas kita bukan hanya membesarkan anak, tapi juga menemani mereka belajar melihat dunia dengan cara yang benar. Jangan tunggu sampai mereka berubah sendiri baru kita terlibat. Mulailah dengan hati yang terbuka dan percayalah, anak pun akan belajar membuka hatinya juga.
Jangan berhenti di sini masih banyak artikel parenting lainnya yang bisa bantu kamu membimbing anak dalam terang Firman Tuhan. Klik Disini dan temukan yang kamu butuhkan hari ini.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK