ARTICLE

Thu - Nov 06, 2025 / 550 / Parenting

3 Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua Saat Anak Jadi Korban Bully

Setiap orangtua pasti ingin anaknya diterima, punya teman, dan tumbuh dalam lingkungan yang baik. Tapi bagaimana kalau kenyataannya justru sebaliknya?
Itulah yang dialami oleh Sharoon, anak perempuan berusia 11 tahun yang sering dibully di sekolahnya hanya karena ia Kristen.

Sharoon pernah didorong, jam tangannya dirusak, bahkan bekalnya dilempar.

BACA JUGA : Aku Pernah Didorong, Jam Tanganku Dirusak, dan Makananku Dilempar — Hanya Karena Aku Kristen

Tidak ada orangtua yang siap mendengar bahwa anaknya disakiti. Tapi kenyataannya, dunia anak tidak selalu seindah harapan.

Ada masa ketika mereka merasa ditolak, diejek, atau dikucilkan hanya karena berbeda. Mungkin karena cara berpakaian, cara bicara, atau bahkan karena iman yang mereka pegang.

Sebagai orangtua, reaksi pertama sering kali adalah marah atau ingin membalas. Tapi justru di momen seperti itu, anak paling butuh bukan kemarahan kita melainkan ketenangan dan kehadiran.

Anak-anak yang disakiti sering membawa luka di hati yang sulit dijelaskan.

Mereka tidak butuh penjelasan panjang, mereka hanya ingin tahu:

“Apakah aku tetap aman? Apakah aku masih berharga?”

Dan jawaban itu datang lewat sikap orangtua. Ketika orangtua mendengarkan dengan sabar, bukan menginterogasi, memeluk tanpa menghakimi, dan menegaskan bahwa Tuhan tahu kebenaran, anak belajar satu hal penting — bahwa dunia boleh tidak adil, tapi rumah dan Tuhan selalu jadi tempat aman.

3 Hal yang Bisa Dipelajari Superparents :

Dengarkan sebelum menasihati.
Anak yang disakiti butuh tempat aman untuk berbagi, bukan sekadar solusi. Saat orangtua mendengarkan dengan empati, hati anak merasa dihargai dan terlindungi.

Ajarkan kasih, bukan balasan.
Melalui teladan orangtua yang tidak membalas keburukan dengan kebencian, anak belajar makna kasih Kristus yang sejati.

Libatkan komunitas rohani.
Guru Sekolah Minggu atau mentor rohani bisa membantu anak memahami situasi dari sisi iman, agar ia tidak merasa sendirian.

Ketika anak disakiti karena imannya, jangan buru-buru menyalahkan dunia.
Gunakan momen itu untuk menunjukkan pada anak bahwa iman bukan sekadar kepercayaan, tapi kekuatan yang menuntun untuk tetap mengasihi.

Mau belajar lebih banyak cara sederhana tapi berdampak untuk mendampingi anak? Yuk, temukan inspirasinya di The Parenting Project!

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK