Ester Olla adalah salah satu anak yang terkena dampak banjir badai seroja. Ester adalah anak kedua dari tiga bersudara, Bapak Esau Olla dan Ibu Debby Olla Riberu adalah orangtuanya. Bapaknya seorang petani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Pada saat banjir, Ester dan keluarganya mengungsi ke rumah saudara mereka. Pada saat keluar dari rumah, air di dalam rumah saudaranya itu sudah sampai pinggang orang dewasa sehingga Ester di naikkan ke atas meja. Mereka semua tidak bisa tidur sampai pagi, kelaparan, dan kedinginan. Keesokan harinya, setelah keadaan aman, Ester dan keluarganya sampai di rumah dan melihat barang-barang sudah tidak ada, termasuk perlengkapan sekolah seperti buku, sepatu, pakaian seragam, tas. Tapi ibunya berkata kepada Ester, "Jangan menangis nanti pasti akan dapat tas, buku, sepatu, dan perlengkapan sekolah yang baru. Yang penting tetap bersyukur karena kita semua masih selamat, sehat, dan Tuhan masih kasih nafas kekuatan untuk bisa menjalani hidup dan Tuhan pasti akan kasih berkat lebih dari yang sudah hilang semua."

Juintan Rambu Kadungu Lailu (12 tahun), anak pertama dari 3 orang bersaudara. Saat ini ia duduk di Kelas 5 SD di Sumba Tengah, NTT. Orangtuanya bekerja sebagai petani sawah yang hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebuthan sehari-hari saja. Biasanya ayahnya memperoleh pendapatan lain dari hasil kerja serabutan di sawah, misalnya pada saat membantu orang lain dalam menanam, menyiangi dan memanen padi, dan tidak tentu jumlahnya. Pendapatan maksimal ayahnya hanya sebesar 500.000 ribu/bulan. Dengan kondisi ini, orangtua Intan kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga di rumah apalagi perlengkapan sekolah untuknya. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, kebutuhan akan makanan dan pakaian pun sangat sulit dipenuhi oleh orangtuanya. Namun, Intan sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan, karena sampai saat ini ia masih mampu untuk bertahan hidup dan bersekolah, walaupun memang terasa sulit. Intan berharap, orangtuanya selalu diberi kesehatan oleh Tuhan, agar suatu saat ketika cita-cita saya terpenuhi menjadi perawat, ia bisa membahagiakan mereka.

Melalui kegerakan ini, tidak hanya Ester dan Juintan saja yang akan kita bantu, tetapi 2100 anak NTT lainnya, akan kita bantu dengan cara memberikan perlengkapan sekolah berupa Tas, Gizmo Book Planner, Botol Minum dan Lunch Box.