TESTIMONY

Tue - Jun 05, 2018 / 104 / SUPERSTORY

Bangkit dan Beriman Seperti Ayub! Ejekan Tidak Mempengaruhi Hidup April Lagi

Perundungan atau kata populernya “bullying”, bisa membentuk karakter anak. Inilah yang dialami oleh seorang anak bernama Apriliana Angelica, yang masih duduk di kelas 4 SD. Teman-teman disekolah maupun sekitarnya kerap kali mengejeknya dengan sebutan si jelek, si hitam, si bodoh, si miskin, si bandel, si bau, si gila, si pelit dan sebagainya.

April hanya bisa diam saat ia diejek. Ia berharap ejekan itu cepat reda, dan solusi terbaiknya adalah menangis diam-diam. Ia tidak mempunyai keberanian untuk melawan teman-temannya. Ejekan ini mematahkan semangat, membuatnya minder, pemalu, dan pendiam terutama ketika berbicara dengan orang lain. Ia tumbuh menjadi anak yang penakut.

April bersama keluarga tinggal di daerah resapan hutan lindung, kurang lebih 3 km dari jalan raya di Batam. Orang tuanya yang bekerja sebagai buruh lepas, jarang sekali mengajak April ke gereja. Mereka hanya bergereja saat-saat tertentu saja, yaitu Natal dan Paskah. Oleh karena itu, April kurang mendapatkan dukungan secara rohani.

Inilah yang menggerakkan Kak Rian dan Kak Rina dari Gereja Kristen Bahtera Injil (GKBI) Pos PI Batam untuk mengajak April ke Sabtu Ceria. “Aprilia memang bukan anak sekolah Minggu di tempat kami, tetapi kami selalu mengajaknya belajar firman Tuhan di Sabtu Ceria bersama Superbook. Sayangnya April selalu menunduk dan malu jika diajak bicara,” papar Kak Rian.

Saat April datang, ia belajar dari kisah Superbook tentang Ayub. Ia tersentuh, terharu, dan sadar agar harus bangkit dari akar pahit yang membelengunya, sama seperti Ayub. Ayub yang sudah ditimpa berbagai bencana dan masalah tetap percaya kepada Tuhan, walaupun ia ditinggalkan sahabat bahkan istrinya sendiri.

Ayub tidak pernah menyerah dan putus asa. Tuhanpun tidak pernah meninggalkan Ayub. April ingin seperti Ayub dan mau menerima Tuhan Yesus dalam hatinya. Ia tidak mau takut dan malu lagi, April harus bangkit seperti Ayub karena Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan April. Ia memutuskan untuk rajin ke sekolah Minggu dan membawa adiknya juga. April juga mulai mendoakan kedua orang tuanya agar rajin ke gereja dan melepaskan judi.

“Saya sangat bersyukur April sudah mulai berubah. Dia ceria, sayang adik-adiknya, di rumah dia sudah mulai rajin membantu saya mennyuci piring, menyuapin adiknya makan, merapikan kamar dan menyapu halaman. Kami juga sering diajak berdoa oleh April. Kami sangat bersyukur dan berterimakasih untuk perubahan April,” kata Ibu April, Susilowati. (CC)

 

Oleh Helmy Betty Saragih (Fasilitator Superbook –Batam)

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK