LATEST TESTIMONIES

Memilih untuk Mengampuni

Berada di Sekolah Minggu GPDI Imanuel Tondano bukanlah hal yang menyenangkan bagi Abigail. Seringkali ia merasa jengkel kepada teman-teman yang mengganggunya. Ia pun menceritakan bahwa salah satu anak laki-laki disana seringkali mengejek dan mengatakan bahwa sepatu yang dipakainya adalah sepatu butut. Hal itu yang memicu teman-temannya yang lain ikut menjahilinya dengan menjegal kaki Abigail pada saat ia berjalan.

Abigail sering mengingatkan temann-temannya untuk berhenti melakukan itu, tetapi mereka masih terus mengejeknya. Abigail menjadi marah dan kesal, di dalam hatinya ia selalu berkata “tidak mau mengampuni".

Hingga suatu hati ketika ia belajar tentang Kisah saudara kembar Esau dan Yakub dari pelajaran Superbook. Abigail melihat bagaimana Esau begitu marah karena kehilangan hak kesulungannya. Bagaimana Esau yang awalnya marah, benci, dan dendam pada adiknya, namun hanya karena penyertaan dan perkenanan Tuhan, Esau akhirnya mampu memaafkan Yakub dan menerimanya kembali sebagai adiknya.

Abigail pun memutuskan memaafkan teman-temannya, sekalipun hingga saat ini ia masih terus diganggu. Ia belajar untuk bisa mendoakan temannya dan ia merasa yakin Allah mampu merubah sikap dan hati teman-temannya.

3.867

GEREJA

222.593

ANAK

3079

SPONSOR

Copyright © 2016. SUPERBOOK