ARTICLE

Thu - Jul 12, 2018 / 306 / Sunday School

3 Cara Keren Menggunakan Teknologi untuk Kemajuan Sekolah Minggu

Perkembangan teknologi menuntun generasi zaman now untuk terus update agar tidak ketinggalan informasi. Sayangnya masih banyak gereja yang tidak memanfaatkan teknologi ini, justru terlihat seperti anti. Hal ini justru bisa menghambat perkembangan jemaat terutama yang masih muda, karena dunia mereka yang kini melek teknologi jadi memiliki jurang dalam terhadap rohani.

Lalu apakah anak harus dipaksa meninggalkan teknologi demi mengenal Tuhannya, ataukah kita sebagai generasi yang lebih tua harus belajar memahami dan memanfaatkan dunia mereka agar bisa memperkenalkan Tuhan serta menginjeksinya dengan pelajaran tentang kasih? Daripada kita hanya berkutat dengan pertanyaan, coba mulailah menilik hal ini sebagai solusi:

 

1. Gunakan metode mengajar yang kekinian.

Sumber: Superbook

Kalau dulu anak tertarik dengan kertas yang ditempel pada papan, boneka jari, dan panggung boneka, kakak bisa meng-upgrade kemampuan menyampaikan materi ini dengan menonton video kemudian membahasnya lewat praktek serta permainan asik. Mimin tidak bilang kalau cara tadi tidak boleh dilakukan, tapi tidak ada salahnya kita mencoba hal baru karena anak zaman sekarang lebih tertarik dengan gambar atau hal berbau visual dan fisik.

Tentukan dahulu materi yang akan dibawakan, baik dari buku ataupun bahan mengajar dari gereja / sinode. Carilah hal-hal yang bisa mendukung penyampaian materi. Misalnya video ataupun permainan yang berkaitan. Persiapkan baik-baik materi dan peragaannya, kalau perlu presentasikan di depan guru lain atau keluarga.

 

2. Dalami keseharian anak-anak yang bisa kakak aplikasikan dalam pengajaran.

Sumber: Identity Magazine

Guru yang baik adalah guru yang mau mengerti kondisi, kebiasaan, dan pergumulan yang biasanya dialami anak-anaknya. Cari tahulah lewat orang tua maupun kerabat terdekat anak, kira-kira apa yang sedang mereka alami di kehidupannya.

Kalaupun orang tua kurang memberikan informasi, sekarang kan ada teknologi. Banyak banget lho anak-anak zaman now juga yang sudah punya smartphone walaupun mereka masih kecil.  Coba cari tahu kegiatan mereka dari media sosialnya.

Biasanya karena masih anak-anak, mereka dengan polosnya mengunggah apa yang mereka rasakan ke media sosial lho. Setelah itu, kakak bisa menjadikan pergumulan itu sebagai materi untuk mengajar. Tentu saja tanpa mengungkit anak yang dimaksud lho. Kan hanya sekedar mencari referensi.

 

3. Gunakan media sosial sebagai sarana update info dan menginspirasi guru sekolah Minggu, orang tua, atau orang-orang yang tertarik dengan generasi anak.

Sumber: Instagram - @herlina_wi

Kata siapa kita harus bermusuhan dengan media sosial? Justru media sosialah yang bisa membantu kita dalam menginspirasi orang-orang diluar sana lho! Coba kita posisikan kalau kita sebagai orang tua, penasaran nggak sih apa yang anak pelajari selama ia belajar di sekolah Minggu?

Nah dengan media sosial, kakak bisa menjelaskan kepada orang tua tentang pelajaran yang anak pelajari hari itu agar nantinya orang tua bisa mem-follow up-nya kepada anak. Selain itu media sosial bisa dipakai sebagai sarana memberikan info terkini acara apa saja yang akan atau sudah dilakukan oleh sekolah Minggu. Dan masih banyak manfaat lainnya.

Kalau saja gereja terbuka dan memberikan kesempatan agar ketiga cara tersebut diterapkan, tentu saja akan banyak anak muda yang mulai tergugah untuk melayani generasi anak. Jangan salah gunakan teknologi, tapi gunakanlah untuk kepentingan Tuhan dalam dunia. (CC)

Nah sebagai apresiasi terhadap kakak-kakak yang sudah mau melayani di dunia anak, Superbook mengajak kakak-kakak untuk menginspirasi anak muda di luar sana agar ikut tergerak melayani generasi anak dengan kampanye “#ProudToBeSunday SchoolTeacher”. Ada hadiah menanti kakak-kakak yang ikutan lho!! Cara ikutannya seperti dibawah ini:

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK