LATEST ARTICLE

Kamu Sahabat Sejatinya Tuhan Atau Cuma Dekat Saat Butuh Aja ?


  • 163
Sumber : Superbook

Pernahkah kamu merasa seseorang menjadi teman dan dekat denganmu hanya karena perlu sesuatu? Ya, bagaimana rasanya kalau seseorang memanfaatkan kamu? Tidak menyenangkan bukan? 

Ada orang yang memiliki teman dan sahabat banyak karena ia kaya atau terkenal. Atau karena kamu begitu baik, sehingga banyak orang memanfaatkanmu karena kamu tidak enak dan enggan untuk menolak permintaan mereka. Apapun kasusnya, dimanfaatkan oleh orang lain itu rasanya sangat tidak menyenangkan. 

Tahukah kamu siapa lagi yang tidak suka kalau dirinya dimanfaatkan? Tuhan. Dia rindu orang-orang datang mencarinya karena ingin mengenal Dia secara pribadi, bukan karena membutuhkan sesuatu dari Dia. Salah satu contoh orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan seperti itu adalah Yosia. 

Belajar dari Yosia

Sekalipun Yosia lahir dari keturunan Raja Amon yang tidak takut akan Tuhan, namun prilakunya tidak seperti ayahnya. Ia mengikuti teladan bapa leluhurnya, yaitu Daud.

Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan. ~ 2 Tawarikh 34:3

Saat Yosia masih berumur 16 tahun, dia mulai mencari Tuhan. Dan inilah hebatnya.. tidak dituliskan ada sesuatu yang menjadi pendorong Yosia untuk mencari Tuhan. Tidak ada perang yang sedang terjadi, tidak ada masalah pribadi, tidak ada kelaparan di sana. Dia mulai mencari Tuhan hanya karena Tuhan itu layak untuk dicari!

Jadi ijinkan saya bertanya: Apakah kamu mencari Tuhan seperti Yosia, hanya karena ingin mengenal Tuhan? Atau kamu sedang memanfaatkan Tuhan?

Empat Ciri Kita Sedang Memanfaatkan Tuhan

Seringkali kita terjebak dalam kebiasaan mencari Tuhan karena ingin mendapatkan keuntungan dari-Nya. Inilah 4 ciri kalau kita sedang memanfaatkan Tuhan:

1. Kita mencari Dia karena kita sedang butuh sesuatu

Apakah keinginan kita sedang mengendalikan kehidupan doa kita? Keinginan untuk sebuah pekerjaan baru? Suami? Anak? Masuk universitas? Apakah kamu membuka Alkitab mencari topik yang sesuai dengan kebutuhanmu? Atau mencari ayat untuk menjadi dasar agar suamimu menjadi pemimpin yang lebih baik? 

Memang Tuhan mengatakan kepada kita untuk meminta apa saja, untuk mengajukan permohonan kita kepada-Nya. Tetapi jika kita hanya mencari Dia saat kita sedang membutuhkan sesuatu saja, maka kita harus bertanya kepada diri kita, apakah kita benar-benar peduli dan ingin mengenal Dia atau hanya karena kita mau memanfaatkan Dia?

2. Kita hanya mencari Tuhan saat situasi buruk

Apakah kamu berdoa saat anak-anakmu mulai bandel? Atau saat butuh uang? Atau kamu mulai membaca Alkitab ketika hidupmu sedang hancur? Tentu saja, hal itu tidak salah karena Tuhanlah tempat pelarian kita saat kondisi menjadi sulit dan kita dalam kesusahan. Tapi apakah kita masih datang pada-Nya saat semua sudah teratasi dan kondisi kita baik-baik saja? Jawaban kita untuk pertanyaan ini akan menunjukkan apakah kita benar-benar mengasihi Tuhan karena pribadi-Nya atau karena pertolongan-Nya saja. 

3. Kita hanya mencari Tuhan untuk meningkatkan diri kita saja

Apakah Tuhan semacam pelatih kepribadian atau motivator? Mungkin kamu merasa rendah diri, jadi kamu pikir kalau saya datang kepada Tuhan maka saya akan percaya diri. Atau mungkin kamu mengalami masalah dengan temperamenmu yang suka marah? Atau kamu mengalami kecanduan pada hal-hal negatif? Kamu datang pada Tuhan agar bisa mengatasinya. 

Memang Tuhan adalah satu-satunya harapan bagi kita agar kita bisa berubah dan terlepas dari segala dosa kita. Tetapi jika kamu HANYA mencari Tuhan untuk memperbaiki diri dan tidak benar-benar berusaha mengenal dan mengasihi Dia, maka kamu sedang memanfaatkan Tuhan. 

4. Kita hanya mencari Tuhan untuk mendapatkan persetujuan dari-Nya

Kamu mungkin adalah seorang Kristen yang taat, kamu saat teduh, kamu berdoa, kamu ingin menyenangkan Tuhan. Tapi kamu melakukan semua itu bukan karena ingin mengenal Dia, hanya ingin menyenangkan Tuhan saja, untuk menjadi orang Kristen yang baik. Ini juga alasan yang salah untuk mencari Tuhan. 

Menjadi baik tidak cukup untuk menyenangkan hati Tuhan. Sebanyak apapun perbuatan baik kita tidak bisa membayar dosa-dosa kita yang sudah dibayar lunas oleh darah Yesus di kayu salib. Tidak hanya Yesus sudah mati bagimu, Dia juga sudah hidup sempurna bagi kita. Dia menjalani kehidupan yang benar dan memberikan nilai sempurna itu bagi kita. Jika kamu hidup di dalam Kristus, maka kamu sudah mendapatkan persetujuan dari Tuhan; Dia sudah disenangkan olehmu! Kamu hanya perlu percaya saja. 

Berbuat baik dan menjadi orang Kristen yang taat hanya agar kita merasa tidak tertuduh adalah sebuah alasan yang salah dalam mencari Tuhan. Karena kamu sudah dibenarkan dan ditebus oleh darah Yesus. Kamu kini hanya perlu mengenal pribadi Tuhan dan mengasihi-Nya dengan sungguh-sungguh. 

Jadi saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. ~ Ibrani 10:19-22

Mencari Tuhan dengan hati nurani yang murni

Jika kamu sama seperti saya yang cenderung mencari Tuhan hanya karena keuntungan-keuntungan yang ada di dalam Dia, yuk kita bertobat dan mencari Tuhan dengan hati seperti Yosia. Kamu mau? Berikut ini beberapa tips yang bisa kita lakukan bersama: 

  • Berdoa. Berdoalah untuk hati yang haus dan lapar akan Tuhan. Kecenderungan hati manusia itu egois. Jadi berdoalah minta kepada Tuhan agar kita memiliki hati yang tulus dan murni yang rindu mencari dan mengenal Dia. 
  • Bertobat. Mengakui kecenderungan kita mencari Tuhan hanya karena berkat-berkat-Nya. Mintalah anugerah Tuhan agar kita bisa merubah kebiasaan-kebiasaan lama dan membangun kebiasaan baru untuk mencari Tuhan karena rindu untuk mengenal Dia. 
  • Proaktif. Jika sebelumnya kita reaktif, yaitu mencari Tuhan saat ada masalah; mari mencari Tuhan sebagai sebuah gaya hidup, sama seperti kita bergaul dengan seorang sahabat. Milikilah waktu-waktu khusus untuk berdoa dan membaca firman Tuhan setiap harinya. 
Yesus berkata, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (Yohanes 15:15). 

Jadi, marilah kita menjadi seorang sahabat yang baik bagi Tuhan, jangan hanya datang pada-Nya saat butuh. Tapi milikilah waktu-waktu intim, dimana kita bisa berbagi dengan-Nya, mendengarkan isi hati dan kerinduan-Nya. 

Sumber : Crosswalk.com

2.980

GEREJA

186.270

ANAK

2465

SPONSOR

Copyright © 2016. SUPERBOOK